Berita Bekasi Nomor Satu

Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang mengalami kerusakan parah setelah ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam meninggalkan duka mendalam. Tabrakan antara Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.

PT Kereta Api Indonesia memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Saat ini, penanganan difokuskan pada para penumpang yang mengalami luka akibat insiden tersebut.

KAI menyampaikan jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut bertambah menjadi 14 orang. Seluruh korban tewas telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.

“Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata Bobby dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

BACA JUGA: 25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Imbas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas musibah tersebut mewakili perusahaan.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan kami atas kejadian ini,” ujar Anne, Selasa (28/4).

KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi para korban akan ditanggung, baik melalui skema asuransi maupun langsung oleh perusahaan.

Di sisi lain, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dipastikan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Saat ini, perhatian utama difokuskan pada penumpang KRL Commuter Line yang terdampak langsung dalam kecelakaan tersebut, terutama mereka yang masih menjalani perawatan medis. (zak)