RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kompetisi kebugaran Hyrox belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, di tengah meningkatnya popularitas ajang olahraga tersebut, muncul sebuah foto viral yang memicu kontroversi dan mengundang berbagai spekulasi dari warganet.
Foto yang beredar memperlihatkan adanya cairan berwarna kuning di salah satu area perlombaan, tepatnya pada lintasan kategori women’s doubles. Sejumlah akun media sosial kemudian menarasikan bahwa cairan tersebut diduga merupakan kotoran manusia yang tercecer saat perlombaan berlangsung.
Unggahan itu dengan cepat menyita perhatian publik dan memicu beragam komentar. Tak sedikit warganet yang menghubungkan foto tersebut dengan kabar mengenai aroma tidak sedap yang disebut-sebut kerap tercium selama berlangsungnya kompetisi Hyrox.
Meski isu tersebut ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara yang mengonfirmasi asal-usul cairan yang terlihat dalam foto maupun video yang beredar di media sosial. Karena itu, penyebab pasti dari penampakan tersebut masih belum dapat dipastikan.
Di balik viralnya insiden tersebut, banyak masyarakat yang mulai penasaran mengenai apa sebenarnya Hyrox. Dikutip dari Healthline, Hyrox merupakan ajang fitness race atau kompetisi kebugaran yang pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 2017.
Kompetisi ini digagas oleh Christian Toetzke, seorang veteran penyelenggara lomba ketahanan, bersama peraih medali emas Olimpiade, Moritz Fürste. Sejak diluncurkan, Hyrox berkembang pesat dan kini rutin digelar di berbagai negara dengan format perlombaan yang seragam.
Salah satu keunikan Hyrox adalah penggunaan format kompetisi yang sama di setiap penyelenggaraan di seluruh dunia. Seluruh peserta diwajibkan menyelesaikan rangkaian tantangan dengan urutan yang identik di arena indoor, sehingga catatan waktu setiap atlet dapat dibandingkan secara langsung dengan peserta dari negara lain.
Dalam satu sesi perlombaan, peserta harus menyelesaikan total lari sejauh delapan kilometer yang dibagi menjadi delapan putaran. Setiap putaran terdiri dari lari sejauh satu kilometer yang kemudian langsung dilanjutkan dengan satu tantangan latihan fungsional sebelum memasuki putaran berikutnya.
Rangkaian tantangan dalam Hyrox selalu dilakukan dengan urutan yang sama, yakni dimulai dengan lari satu kilometer, dilanjutkan Ski Erg sejauh satu kilometer, kemudian lari kembali sebelum menghadapi Sled Push sejauh 50 meter. Setelah itu peserta kembali berlari satu kilometer dan melanjutkan ke tantangan Sled Pull sejauh 50 meter.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Olahraga di Musim Hujan, Tetap Sehat Tanpa Kehujanan
Tantangan berikutnya adalah Burpee Broad Jump sejauh 80 meter setelah menyelesaikan satu kilometer lari. Peserta kemudian kembali berlari sebelum memasuki sesi Rowing sejauh satu kilometer, dilanjutkan Farmer’s Carry sejauh 200 meter setelah putaran lari berikutnya.
Menjelang garis finis, peserta masih harus menyelesaikan Sandbag Walking Lunges sejauh 100 meter usai kembali berlari satu kilometer. Sebagai tantangan penutup, mereka diwajibkan melakukan 100 kali Wall Ball sebelum akhirnya menyelesaikan perlombaan.
Setiap stasiun dalam Hyrox dirancang untuk menguji aspek kebugaran yang berbeda. Mulai dari kekuatan otot, daya tahan kardiovaskular, koordinasi tubuh, hingga kemampuan menjaga fokus dan mental ketika kondisi fisik sudah berada di titik kelelahan.
Karena tingkat kesulitannya yang tinggi, Hyrox dikenal sebagai salah satu kompetisi kebugaran paling menantang di dunia. Peserta dituntut memiliki kombinasi kemampuan berlari, kekuatan, serta daya tahan tubuh agar mampu menyelesaikan seluruh rangkaian tantangan dalam waktu secepat mungkin.
Di tengah viralnya foto yang memicu kontroversi, popularitas Hyrox justru semakin meningkat karena banyak orang menjadi penasaran dengan konsep perlombaan tersebut. Namun demikian, hingga ada klarifikasi resmi dari penyelenggara, informasi mengenai asal cairan yang beredar di media sosial masih sebatas spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya. (mna)











