Berita Bekasi Nomor Satu

Pemkot Bekasi Bangun Perpustakaan Modern, Desain akan Diubah Lebih Humanis

TAHAP PEMBANGUNAN : Pekerja menyelesaikan rehabilitasi Gedung Perpustakaan Kota Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (12/7). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai merealisasikan pembangunan perpustakaan daerah berkonsep modern di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi Barat.

Proyek yang menjadi salah satu janji kampanye Wali Kota Bekasi Tri Adhianto itu ditargetkan rampung pada akhir 2028. Perpustakaan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat literasi sekaligus ruang kreatif berbasis teknologi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan, pembangunan perpustakaan dilakukan secara bertahap selama dua hingga tiga tahun anggaran agar seluruh fasilitas yang direncanakan dapat terealisasi secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat.

“Hari ini saya ingin memastikan ada satu proses pembangunan terkait perpustakaan daerah Kota Bekasi. Ini menjawab apa yang sudah saya janjikan saat masa kampanye pemilihan wali kota, bahwa kita berharap memiliki perpustakaan yang modern, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat,” ujar Tri, pekan kemarin.

Menurutnya, pembangunan diawali dengan rehabilitasi gedung perpustakaan yang saat ini hanya memiliki tiga lantai. Nantinya, bangunan tersebut akan ditingkatkan menjadi lima lantai untuk memenuhi kebutuhan ruang pelayanan.

“Ini merupakan langkah awal rehabilitasi gedung karena kebutuhan ruang saat ini masih kurang. Kemungkinan kita membutuhkan hingga lima lantai, sementara yang tersedia baru tiga lantai. Masih ada dua lantai lagi yang akan dibangun,” katanya.

Menurut Tri, konsep perpustakaan yang disiapkan tidak lagi sekadar menyediakan koleksi buku, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, berbagai fasilitas berbasis teknologi akan dihadirkan untuk mendukung kreativitas dan pembelajaran.

Fasilitas tersebut di antaranya studio animasi, ruang audiovisual, area hiburan edukatif, hingga kemungkinan menghadirkan teknologi sembilan dimensi (9D). Selain itu, perpustakaan juga akan dilengkapi working space dengan akses internet berkecepatan tinggi yang dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

“Harapannya, perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari ilmu, tetapi juga menjadi working space yang dilengkapi jaringan Wi-Fi yang memadai,” ucapnya.

Tri menambahkan, desain bangunan yang sempat beredar di media sosial masih akan disempurnakan. Desain akhir akan dibuat lebih humanis dengan mengakomodasi berbagai masukan masyarakat.

“Terkait desain yang banyak dibicarakan masyarakat di media sosial, nantinya akan ada perubahan. Desain tersebut akan dibuat lebih humanis dan menjawab keinginan masyarakat sesuai tagline sebagai perpustakaan modern,” ujarnya.

Selain mengusung konsep modern, Pemkot Bekasi juga memastikan perpustakaan tersebut ramah bagi penyandang disabilitas. Gedung lima lantai itu akan dilengkapi lift, jalur khusus disabilitas, koleksi buku braille, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Untuk fasilitas bagi penyandang disabilitas nanti juga akan kami siapkan. Meskipun gedung ini nantinya memiliki lantai tiga hingga lima, tetap akan tersedia lift dan jalur khusus. Termasuk buku-buku braille dan berbagai kebutuhan lain yang dapat menjawab kebutuhan penyandang disabilitas,” jelas Tri.

Ia mengatakan, proses perencanaan masih terus dilakukan. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap desain maupun fasilitas yang akan dibangun.

“Yang lebih baik adalah ketika masyarakat ikut dalam proses perencanaan. Nanti kami akan mendengar, membaca masukan tersebut, lalu mengimplementasikan dan mewujudkannya,” katanya.

Tri juga memperkirakan koleksi perpustakaan akan mencapai ratusan ribu buku. Namun, seiring berkembangnya teknologi, masyarakat nantinya juga dapat mengakses berbagai koleksi secara digital sehingga layanan perpustakaan menjadi lebih luas dan tidak terbatas pada buku fisik.

Ia menambahkan, bangunan yang saat ini digunakan sebagai perpustakaan sebelumnya merupakan gedung milik Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Dalam perjalanannya, gedung tersebut juga pernah dimanfaatkan sebagai kantor sementara Kodim, Kejaksaan Negeri, hingga Polres Metro Bekasi Kota ketika masing-masing instansi membangun kantor baru.

“Gedung ini menjadi gedung serbaguna yang digunakan sementara oleh instansi lain ketika mereka sedang melakukan pembangunan. Kini kami ingin mengembalikannya menjadi pusat literasi yang modern dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (rez)