RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sion (35) dan belasan warga Kampung Pacing, Desa Kedunggedeh, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, tak akan melupakan peristiwa yang terjadi pada Selasa (15/7) petang. Dalam hitungan menit, rumah yang mereka bangun selama bertahun-tahun hangus dilalap si jago merah yang membakar permukiman dan lapak penyimpanan palet kayu di pinggir Jalan Raya Pantura.
Sekitar pukul 17.15 WIB, Sion sedang beristirahat di dalam rumah ketika ketenangan mendadak berubah menjadi kepanikan. Ia melihat percikan api muncul dari bagian belakang rumah. Tiupan angin yang kencang membuat api dengan cepat membesar hingga menjadi kobaran hebat.
“Karena angin sangat kencang, dalam waktu sekitar tiga menit api sudah sampai ke rumah kami. Di sekitar lokasi juga banyak kayu dan palet sehingga api cepat sekali membesar,” ucap Sion, Rabu (15/7).
Di tengah kepanikan, Sion mengaku tak sempat memikirkan barang-barang berharga. Bersama keluarganya, ia hanya berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang terus membesar.
“Kami hanya sempat menyelamatkan diri dan anak-anak. Sebenarnya ingin menyelamatkan dokumen penting, tetapi api sudah terlalu besar sehingga tidak memungkinkan,” tambahnya.
Akibat kebakaran tersebut, Sion memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta. Sejumlah dokumen penting dan aset rumah tangga ikut hangus terbakar.
“Banyak dokumen penting ikut terbakar. Kami hanya sempat menyelamatkan beberapa kendaraan,” terang Sion.
Kini, Sion bersama sekitar 10 kepala keluarga (KK) lainnya kehilangan tempat tinggal. Untuk sementara, mereka mengungsi ke rumah kerabat di RT sebelah. Meski mengalami kerugian besar, para korban bersyukur seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri.
Sementara itu, proses pemadaman juga menghadapi tantangan tersendiri. Besarnya kobaran api menghanguskan puluhan bangunan, lapak penyimpanan kayu, hingga beberapa unit mobil.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi mengerahkan delapan armada gabungan dari Pos Cikarang Utara, Wibawa Mukti, Cikarang Barat, serta bantuan dari Pos Cikarang Selatan, Pemda, dan Sukatani.
Komandan Regu Pleton 3 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Bohir, mengatakan petugas harus bekerja ekstra keras. Kendala utama bukan akses menuju lokasi, melainkan kemacetan parah di jalur Pantura yang bertepatan dengan jam pulang kerja.
“Kami langsung mengerahkan unit terdekat terlebih dahulu. Karena kebakarannya cukup besar, kami meminta tambahan armada dari beberapa pos pemadam lainnya,” jelas Bohir.
Menurutnya, kepadatan kendaraan di jalur arteri Cikarang–Karawang membuat sejumlah armada pemadam terlambat tiba di lokasi. Berdasarkan pendataan sementara, seb
Menurutnya, kepadatan kendaraan di jalur arteri Cikarang–Karawang membuat sejumlah armada pemadam terlambat tiba di lokasi. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 10 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
“Jalannya memang macet karena jam pulang kerja. Itu yang membuat beberapa armada terlambat tiba di lokasi,” pungkas Bohir. (ris)











