RADARBEKASI.ID, BEKASI – Enam rumah warga di Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, mendapat program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada 2026. Pemerintah kelurahan turun langsung memantau proses renovasi untuk memastikan bantuan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.
Lurah Bintara, Achmad Supriatna, mengatakan monitoring dilakukan bersama jajaran aparatur kelurahan ke sejumlah lokasi rumah penerima manfaat.
“Saya beserta aparatur melakukan monitoring untuk memastikan kelancaran renovasi rumah warga di program Rutilahu,” kata Supriatna, Selasa (11/8).
Enam rumah yang mendapat bantuan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni RT 05 dan RT 07 RW 04, RT 02 RW 06, RT 02 RW 01, serta RT 09 dan RT 13 RW 02.
Menurut Supriatna, monitoring dilakukan untuk memastikan proses perbaikan rumah tidak layak huni berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi warga yang memang membutuhkan.
“Kita dari kelurahan akan memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Rutilahu merupakan bantuan stimulan yang tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
Melalui program tersebut, warga diharapkan dapat memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati.
Supriatna menilai gotong royong menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Karena itu, perbaikan rumah warga tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi perlu didukung masyarakat di lingkungan sekitar.
“Gotong royong masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program perbaikan rumah. Pembangunan hunian harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan warga,” tandasnya. (pay)











