Berita Bekasi Nomor Satu

Kali Bekasi Menghitam Lagi

TERCEMAR: Air Kali Bekasi di sekitar Jembatan Kemang Pratama, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kembali berubah warna menjadi hitam pada Rabu (19/8/).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Air Kali Bekasi di sekitar Jembatan Kemang Pratama, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kembali berubah warna menjadi hitam pada Rabu (19/8/).

Selain berwarna gelap, air kali juga tercium mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang melintas maupun berada di sekitar aliran Kali Bekasi.

Menanggapi hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memastikan kondisi Kali Bekasi tersebut telah dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi air Kali Bekasi.

“Kami coba cek dulu ya, Kali Bekasi sudah masuk penanganan oleh KLH, sehingga kejadian hari ini juga sudah kami laporkan ke KLH,” kata Kiswatiningsih, Rabu (19/8).

Menurut Kiswatiningsih, penanganan dugaan pencemaran Kali Bekasi saat ini tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan DLH Kota Bekasi.

Pasalnya, berdasarkan hasil pengawasan sebelumnya, dugaan sumber pencemaran berasal dari wilayah di luar administrasi Kota Bekasi.

“Karena sudah terindikasi pencemaran dari Kabupaten Bogor, maka kami tidak dapat melakukan penindakan,” ujarnya

Kiswatiningsih menjelaskan, DLH Kota Bekasi sebelumnya telah melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang berada di sepanjang aliran Kali Bekasi di wilayah Kota Bekasi.

Pengawasan dilakukan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), serta pengawasan langsung yang dilakukan oleh KLH.

Perusahaan yang masuk dalam program tersebut memiliki kewajiban untuk melakukan pemantauan terhadap dampak kegiatan usaha mereka terhadap lingkungan.

“Kalau mereka sudah masuk dalam PROPER berarti izinnya punya kemudian diawasi oleh kami dan mereka wajib mengecek seluruh dampak lingkungannya setiap semester dan melaporkan ke kami,” tutur Kiswatiningsih.

Dari hasil pengawasan tersebut, DLH Kota Bekasi menyebut dugaan sumber pencemaran berasal dari luar wilayah Kota Bekasi.

“Karena yang dalam wilayah Kota Bekasi ini kami dapat kendalikan maka kami berkesimpulan bahwa sumber pencemarnya adalah berasal dari Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Perubahan warna air Kali Bekasi menjadi hitam ternyata bukan pertama kali terjadi.

DLH Kota Bekasi mencatat fenomena serupa telah berulang sejak beberapa tahun terakhir, terutama ketika memasuki puncak musim kemarau.

Kiswatiningsih mengatakan, kondisi Kali Bekasi biasanya kembali terlihat hitam ketika kemarau berlangsung dan tidak terjadi hujan yang dapat menambah debit air sungai.

“Hal ini sebetulnya sudah berulang dari tahun 2023. Kami punya datanya setiap bulan Agustus saat puncak kemarau tanpa turunnya air hujan pasti Kali Bekasi berwarna hitam,” pungkasnya. (rez)