RADARBEKASI.ID,BEKASI- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi mengaku sudah menyiapkan strategi untuk melakoni pertarungan di Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.
Mereka tak mau harus kembali kehilangan kursi legislatif seperti di Pemilu 2024 lalu. Dimana, partai dengan warna khas oranye-putih itu harus kehilangan tiga kursi, dari raihan sepuluh di 2019, menjadi tujuh kursi di 2024.
“Kita sudah punya strategi, mungkin belum bisa saya sampaikan strateginya. Tapi tentu kita sudah menyiapkan segala sesuatunya, memang secara suara baik, tumbuh, nambah. Cuma secara dapil enggak menguntungkan kita, dari enam menjadi tujuh dapil,” ujar Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Akhmad Hisyam, kepada Radar Bekasi, Senin (28/9/26).
Berbekal hasil pertarungan di 2024 lalu, Hisyam mengungkapkan, pihaknya sudah meracik strategi khusus agar pengalaman di 2024 tidak terulang kembali di 2029 mendatang. “Tentu pengalaman dari Pemilu yang lalu kita punya data dan punya strategi khusus, yang mungkin belum bisa saya sampaikan, karena strategi itu rahasia,” katanya.
Alasan itu pula yang membuat PKS Kabupaten Bekasi enggan menyoal penataan dapil ulang atau pun sebaliknya. “Kalau pun toh enggak ada, kita sudah punya terapi sendiri secara khusus. Walaupun nanti ada perubahan tentu kita lihat perubahannya ke arah apa. Memang ada isu juga perubahan itu di DPR RI. Kalau di RI berubah, mungkin ada impactnya juga ke daerah,” jelasnya.
“Undang-undang Pemilunya sendiri belum tuntas, kita mau gabung dengan RI atau terpisah, itu masih belum selesai pembahasannya. Itu juga saya kira ada pengaruhnya. Yang jelas hari ini PKS terus memperkuat konsolidasi di internal,” sambung Hisyam. (pra)











