RADARBEKASI.ID,BEKASI- Kehadiran mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), di Rakorda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum lama ini dianggap tak akan memengaruhi ceruk suara PDIP.
Pengurus partai berlambang banteng moncong putih di Kabupaten Bekasi menyebut, kedatangan mantan kadernya itu sebagai hal biasa, meski Jokowi menegaskan sudah berseragam PSI.
“Terkait ada partai lain atau pun mantan PDI Perjuangan yang ingin membesarkan salah satu partai, bagi kita biasa-biasa saja, karena PDI Perjuangan besar, jadi enggak perlu dikomentari partai yang belum besar,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, kepada Radar Bekasi, Selasa (29/9).
Pria yang akrab disapa Jio ini menilai, PSI bukan ancaman bagi PDI Perjuangan. Sekalipun di struktur maupun komposisi calon legislatif (Caleg) terpampang para politisi ternama, pihaknya pede tidak akan merobek ceruk pemilih PDIP.
“Walaupun strukturnya, kemudian caleg-calegnya seperti apa di partai itu (PSI), yang penting PDI Perjuangan tetap solid orang-orangnya, karena PDI Perjuangan rata-rata kadernya kader ideologis, jadi susah untuk ditarik-tarik,” katanya.
Ia mengklaim, kader PDI Perjuangan di bawah secara ideologis kuat. Lanjut Jio, ancaman bagi partainya itu ketika rakyat tidak dibantu oleh pemerintah daerah atau negara, selebihnya biasa saja. Dia pun menegaskan, untuk di Kabupaten Bekasi tidak ada kader partainya yang pindah ke PSI.
“Mungkin partai lain yang direbut, kita enggak ada. Karena kader PDI Perjuangan itu di bawah secara ideologis kuat, tidak memikirkan kekuasaan, jabatan, rata-rata kader PDI Perjuangan itu di grassroot adalah bagaimana untuk turun ke bawah, bantu rakyat, selebihnya enggak ada kita bagi-bagi jabatan,” pungkasnya. (pra)










