RADARBEKASI.ID, BOGOR – Pengabdian Ade Subagyo bersama warga membangun Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Jabon Lestari mendapat apresiasi dalam Metropolitan Awards 2026. Ia menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Penggerak Kampung Ramah Lingkungan.
Penghargaan diserahkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, bersama Direktur Radar Bekasi, Andi Ahmadi, di Ballroom Hotel Harris Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Bagi Ade, berdiri di panggung penghargaan merupakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Pria yang dahulu menghabiskan 18 tahun sebagai fotografer itu menyampaikan rasa syukur atas perjalanan yang membawanya hingga mendapat apresiasi tersebut.
“Manusia cuma punya rencana dan Allah yang memutuskan dan tidak ada terbesit satupun bahwasanya saya berpikir akan berada di sini, namun Allah yang punya keputusan,” ujar Ade.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Metropolitan Grup. Ade berharap penghargaan tersebut menjadi awal untuk menghadirkan perubahan yang lebih luas.
“Tentunya terima kasih juga kepada Metropolitan Grup yang telah memberikan kesempatan, tentunya mudah-mudahan dari tempat ini menjadi sebuah titik menuju perubahan yang jauh lebih besar,” tuturnya.
Harapan itu sejalan dengan upaya yang selama ini ia jalankan di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bersama warga, Ade mengembangkan KRL Jabon Lestari sebagai ruang untuk menjaga lingkungan, belajar mengolah sampah, dan memanfaatkan potensi kampung.
Gerakan tersebut berangkat dari keresahannya terhadap persoalan sampah di lingkungan tempat tinggalnya. Ia ingin sampah tidak sekadar dipindahkan, tetapi dikelola sejak dari rumah tangga.
Sampah organik diolah menjadi kompos padat dan cair untuk mendukung kegiatan bercocok tanam. Pengelolaan lingkungan juga dikembangkan melalui budidaya maggot dan ayam kampung, serta program ketahanan pangan bertajuk “Sehatmu Bermula dari Kebunmu”.
Sementara itu, sampah nonorganik seperti kertas, kardus, dan plastik dimanfaatkan melalui Butik Daur Ulang menjadi berbagai produk bernilai.
Namun, perjalanan membangun kampung ramah lingkungan tidak selalu mudah. Dalam wawancara sebelumnya, Ade mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat menjadi salah satu tantangan terbesar.
Edukasi harus dilakukan berulang agar warga terbiasa memilah sampah, tidak membuangnya sembarangan, dan ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ade memilih menjalankan perubahan itu bersama masyarakat. Para ibu, bapak, dan anak muda dilibatkan dalam berbagai kegiatan sesuai perannya masing-masing.
“Yang membuat saya kuat tentunya saya enggak melakukan sendiri. Jadi kita membentuk komunitas, yang tadinya mungkin pesimis akhirnya menjadi sebuah harapan, sebuah optimis bahwasanya ini pasti bisa karena tidak dilakukan sendiri tapi bersama-sama,” ujar Ade dalam wawancara sebelumnya.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi dasar pengembangan Jabon Lestari. Ade menanamkan kepedulian, rasa memiliki, dan tanggung jawab kepada para relawan agar kegiatan tidak hanya bergantung pada satu orang.
Ia juga berupaya agar gerakan lingkungan memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Lahan yang sebelumnya tidak digunakan dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, sementara hasil usaha diputar kembali untuk menjaga keberlanjutan kegiatan.
Ke depan, Ade menargetkan KRL Jabon Lestari berkembang menjadi kampung wisata edukasi pada 2027. Ia berharap kampung tersebut dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjadi tempat belajar pengelolaan sampah dan kemandirian lingkungan.
Dari panggung Metropolitan Awards 2026, Ade membawa harapan agar upaya bersama warga itu terus berkembang. Ia menutup sambutannya dengan ucapan selamat kepada Metropolitan.
“Sekali lagi, selamat ulang tahun kepada Metropolitan, sukses selalu,” pungkasnya. (riza/metropolitan)











