Berita Bekasi Nomor Satu

Penertiban 19 Bangli di Jarakosta Kondusif, Warga Pilih Bongkar Mandiri

DITERTIBKAN : Alat berat mengeruk sisa material bangunan liar di Jalan Jarakosta, Cikarang Barat, Senin (26/10), sebagian warga memilih membongkar secara mandiri. ARIESANT/RADAR BEKASI  

RADARBEKASI.ID,BEKASI– Sebanyak 19 bangunan liar (bangli) di Jalan Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat akhirnya ditertibkan, Senin (26/10).

Alih-alih mendapat penolakan seperti penertiban sebelumnya, suasana di lokasi justru tampak kondusif.  Para pemilik bangli memilih membongkar sendiri material bangunan berdinding secara sukarela.

Sementara dua unit ekskavator dikerahkan untuk merapikan sisa bangunan dan satu pohon trembesi. Di lokasi warga terlihat mengemas dan menaikkan barang-barang ke atas mobil bak terbuka.

Salah satu pemilik bangunan, Usman (37) mengaku pihaknya telah meminta petugas memberi kesempatan warga membongkar secara mandiri tidak dengan ekskavator, untuk menyelamatkan material kayu yang masih bisa digunakan.

“Jadi, warga ini kan sudah kondusif, sudah reda, sudah enak, yang mau bongkar manual sendiri, tolong jangan sampai dibongkar dengan beko,” ujar Usman.

Ia menambahkan, pilihan membongkar secara manual diambil agar sisa material bangunan tidak rusak total sehingga dapat menghemat biaya saat mereka membangun tempat usaha di lokasi baru. Rencananya mereka akan mengontrak tempat masih di desa yang sama.

“Yang mau dibongkar manual dipersilahkan. Karena punya saya sendiri dibongkar secara pelan-pelan, kayunya mau dipakai lagi. Kalau dibongkar bareng-bareng gitu (pakai beko semua), saya nggak ada duit buat belinya lagi,” ujar Usman.

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, menjelaskan bahwa proses penertiban telah dipersiapkan melalui dialog dan sosialisasi sejak beberapa hari sebelumnya. Tingginya kesadaran warga untuk membongkar mandiri berkat pendekatan persuasif membuat petugas tak perlu mereduksi ketertiban dengan pengerahan pasukan dalam jumlah besar.

“Karena sebagian besar warga sudah membongkar secara mandiri, kami tidak perlu mengerahkan kekuatan penuh. Petugas yang turun sekitar 30 orang. Kami juga akan membantu mengangkut sisa material, baik yang masih bermanfaat bagi warga maupun yang sudah tidak terpakai menggunakan kendaraan dinas terkait,” tegas Surya.

Surya menambahkan, kelancaran penertiban di lapangan tidak lepas dari sinergi lintas unsur yang melibatkan jajaran Polres Metro Bekasi, TNI Kodim, Subdenpom, Garnisun, Polsek, Koramil, hingga aparat Kecamatan Cikarang Barat dan Pemerintah Desa Sukadanau.

“Alhamdulillah, penertiban hari ini cukup kondusif karena sebelumnya kami melakukan musyawarah secara persuasif hingga tercapai kesepakatan dengan warga terdampak di Kampung Jarakosta, Desa Sukadanau. Ada warga yang memilih membongkar sendiri karena barang-barangnya masih bisa dimanfaatkan, sementara sebagian lainnya meminta bantuan alat berat,” tutupnya. (ris)