RADARBEKASI.ID,BEKASI-Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, turun langsung ke lokasi pembongkaran bangunan liar di Jalan Jarakosta, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, usai memimpin apel perdananya sebagai bupati definitif, Senin (26/10/26).
Di lokasi, Asep juga terlihat menghubungi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang saat pelantikan memintanya sebagai “bupati trotoar” tidak hanya diam di balik meja.
Di sela-sela peninjauan lapangan, Asep menuturkan para pemilik bangli bersikap kooperatif. Setelah sebelumnya surat pemberitahuan dan imbauan bongkar mandiri sudah dilayangkan.
“Alhamdulillah penertiban berjalan lancar dan kondusif. Ini karena kenapa? Ini karena hubungannya persuasif. Jadi, terima kasih kepada warga terdampak. Disini yang memang luar biasa. Ya, mau membongkar sendiri, ya,” ujar Asep kepada awak media di Cikarang Barat, Senin (26/10).
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada warga yang terdampak, lanjut Asep, pihaknya juga menyiapkan fasilitas pendukung dan jaminan sosial secara komprehensif. Termasuk soal pendidikan anak-anak dari warga yang terdampak.
Pemkab Bekasi juga menyediakan armada truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup untuk memindahkan sisa material, hingga memastikan kesehatan warga.
“Hari ini pemerintah turut serta dalam artian kesehatannya insya Allah akan kita tanggung, kedua untuk pendidikannya nanti akan kita lihat. Semua penggusuran kedepannya akan saya data itu terkait pendidikannya, karena dengan pindah tempat kan pasti pindah sekolah, ya. Nah, ketiga untuk BPN-nya, kesehatannya,” tambahnya.
Ketika disinggung mengenai langkah pemanfaatan lahan pasca penertiban, Asep menegaskan bahwa pengelolaannya akan diserahkan kepada pihak berwenang sesuai status kepemilikan lahan yang akan dijadikan lahan penghijauan. “Ini kita serahkan ke KCIC, karena ini lahannya KCIC, ya,” pungkas Asep. (ris)











