Berita Bekasi Nomor Satu

Sebelum  Menyesal  Disana

Achmad Muwafi, Lc (Pengurus Pusat Bidang Dakwah IKADI, Kepala SDIT Baitul Halim Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DUNIA itu adalah negeri untuk beramal sementara akhirat adalah negeri untuk menerima balasan. Maka, barang siapa yang tidak beramal baik di dunia ini niscaya ia akan menyesal di akhiratnya.

Orang yang beriman memandang bahwa kehidupan dunia bukanlah sebagai tujuan hidupnya, akan tetapi ia menjadikan dunia ini sebagai ladang untuk beramal sebagai persiapan menuju kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Dunia ini adalah tempat untuk menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya, tempat untuk shalat, tempat untuk berpuasa, tempat untuk menuntut ilmu, tempat untuk berjihad fi sabilillah serta tempat untuk memperbanyak amal shalih.

Di dalam Al-Quran diterangkan bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Allah swt berfirman, “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?.” (QS. Al-An’am: 32)

Imam Al-Alusi r.a mengatakan tentang kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, maksudnya adalah semua perbuatan yang dikhususkan hanya untuk kehidupan dunia ini seperti main-main dan senda gurau, yaitu tidak bermanfaat dan tidak tetap (kekal). Sementara ibadah atau amal-amal shalih yang dikerjakan di dunia ini tidak termasuk (main-main dan senda gurau).

Oleh sebab itu, tidak semestinya bagi orang-orang yang beriman terperdaya dengan kesenangan-kesenagan duniawi yang bersifat sementara dan tidak kekal. Dan Allah swt telah melarang agar jangan sampai kesibukan dengan harta dan anak dapat membuatnya lupa untuk beribadah kepada Allah swt.

Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Ada salah seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Darda’ r.a. Abu Darda r.a adalah seorang sudagar yang sukses di Madinah. Sebelum masuk Islam, ia telah menghabiskan sebagian besar umurnya dalam perniagaan.

Setelah masuk islam, beliau mencurahkan segenap harta, raga dan jiwanya untuk Islam. Beliau turut berjihad bersama Rasulullah saw. Beliau selalu belajar untuk mendalami Al-Quran dan hadist sehingga beliau menjadi sahabat Nabi yang alim dan arif.

Abu Darda’ r.a menyeru agar manusia hendaknya mencari harta dengan cara yang baik, jangan dimakan kecuali yang baik, jangan diusahakan, kecuali yang baik, dan jangan dimasukkan ke rumah kecuali yang baik. Beliau berkata, “Barangsiapa tidak pernah merasa puas terhadap dunia, maka (sesungguhnya) tak pernah ada dunia baginya.”

Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang dunia menjadi keinginan terbesar di hatinya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya. Dan Allah jadikan kefakiran diantara kedua matanya. Dan dunia tidak mendatanginya kecuali yang dituliskan saja untuknya. Dan siapa yang akhirat itu menjadi niat utamanya, Allah akan kumpulkan urusannya untuknya, dan Allah akan jadikan kekayaan di hatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan dunia itu hina di matanya. “ (HR. Ibnu Majah)

Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir, dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Amin. (*)