SMA Marsudirini Bekasi Helat Kegiatan Pendidikan Karakter

PENDIDIKAN KARAKTER: SMA Marsudirini Bekasi helat kegiatan program Character Building atau Pendidikan Karakter secara daring pada 5-8 Oktober 2021. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMA Marsudirini Bekasi helat kegiatan program Character Building atau Pendidikan Karakter bertajuk “Aku Bersama Teman-Temanku Bertumbuh Bersama Dalam Iman, Persaudaraan, Pelayanan, dan Cinta Kasih”. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diarahkan mampu mengolah diri mengenal kelebihan, kelemahan, dan mampu mengembangkan potensi diri. Ditambah dengan keteladanan Santo Fransiskus Asisi dan Ibu Magdalena Daemen semakin diarahkan terbentuknya profil beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.


Kepala SMA Marsudirini Bekasi Hubertus Nugroho Sudjatmiko mengatakan, program dengan tema besar ini dijalankan secara bergilir bagi siswa SMA Marsudirini Bekasi.

“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap bagi siswa kelas X, XI dan XII. Untuk program Character Building ini kita selenggarakan bagi siswa kelas X,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (14/10).


Kegiatan program Character Building yang diikuti 300 siswa kelas X ini berlangsung pada 5-8 Oktober 2021. Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut.

Yakni, Hanlie Muliani (Parenting & Education Consultant/Trainer & Counselor) dengan materi: Siapakah Aku (menggali potensi diri), M. Lucy Hariwati OSF (Kepala SMP Marsudirini Bekasi) dengan materi: Keteladanan Santo Fransiskus Asisi dan Ibu Magdalena Daemen), Niko Darmara (Football Dispute and Regulatory) at Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan materi: Build Your Future Career.

ANTUSIAS: Sejumlah siswa SMA Marsudirini Bekasi antusias mengikuti kegiatan Character Building secara daring. ISTIMEWA

Hubertus menambahkan, SMA Marsudirini Bekasi merupakan salah satu Sekolah Penggerak yakni sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

“Profil Pelajar Pancasila itu ada enam dimensi, yaitu iman taqwa akhlak, bernalar kritis, kreatif, mandiri, berkebinekaan global dan bergotong royong. Di dalam program Character Building ini semua profil ini juga kita sampaikan kepada siswa,” tuturnya.

Dalam profil penguatan karakter Pancasila, dibuatkan sebuah tema kecil yaitu “Bangun Jiwa dan Raga”. Di dalamnya sekolah berusaha untuk menggali potensi melalui materi anti perundungan atau yang biasa dikenal bullying.

“Kami membuat sebuah tema kecil yang di dalamnya kita membahas seputar profil Pancasila. Kita menyampaikan materi anti perundungan ini karena memang masuk dalam program yang sedang dijalankan yaitu program Character Building,” pungkasnya. (dew/pms)