Seorang Remaja Tewas Saat Tawuran

RUMAH DUKA: Sejumlah kerabat dan warga, menunggu kedatangan jenazah korban tawuran, Sawaludin, di Cikarang Kota, Kabupaten Bekasi, Senin (25/10). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG UTARA – Nasib naas menimpa Syawaludin (20), seorang remaja asal Kampung Harapan Baru, RT 02/011, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, yang tewas saat tawuran di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kampung Paparean, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Minggu (24/10) dini hari.

Dari video amatir yang tersebar di media sosial (medsos), aksi tawuran yang terjadi antara kedua kelompok saling mengejar dengan membawa senjata tajam (sajam). Durasi tawuran tersebut, cukup memakan waktu lama, karena jumlah kedua kelompok yang berseteru hampir mencapai ratusan orang.


“Dari kedua kelompok yang melakukan tawuran, jumlahnya mencapai ratusan orang. Pada saat bentrok, pada lari ke pemukiman warga,” ucap warga Kampung Paparean, Ozi, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (25/10).

Pihak keluarga korban, tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun yang pasti, pada Sabtu (23/10) malam, korban dijemput oleh dua orang temannya, dan baru mengetahui korban telah meninggal dunia, saat sudah berada di rumah sakit, mengalami luka bacok di sekujur tubuh.


“Pihak keluarga mengetahuinya, saat korban sudah ada di rumah sakit, dengan luka bacokan di pantat, kaki, dan pergelangan tangan,” ujar kakak korban, Santi yang ditemui di kediamannya.

Dirinya tidak mengetahui korban keluar rumah. Hanya saja, adiknya nomor dua mengatahui korban berangkat dijemput oleh temannya. Menurut Santi, korban tidak akan keluar rumah, jika tidak dijemput. Informasi yang diperoleh, korban dijemput temannya itu mau ke acara ulang tahun. Bukan untuk tawuran.

“Katanya ada acara ulang tahun. Tidak tahunya diajak tawuran. Saya juga nggak kenal teman-temannya itu,” tutur Santi.

Ia berharap, agar para pelaku pembunuhan adiknya, bisa segera ditangkap, supaya tidak ada lagi kejadian serupa. “Harapan saya, pelaku bisa diusut, dan ditangkap semua, agar tidak ada kejadian seperti ini lagi kedepannya,” pinta Santi.

Sementara Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Awang Parikesit menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap para remaja yang ikut dalam tawuran tersebut. Sejauh ini, sudah ada beberapa remaja yang berhasil diamankan.

“Sudah ada beberapa pelaku tawuran yang diamankan, dan sedang diperiksa. Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap para remaja lainnya, yang ikut tawuran,” beber Awang.

Untuk diketahui, sampai berita ini ditulis, jenazah korban belum sampai ke rumah duka, karena masih menjalani otopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. (pra)