RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di belakang Pasar Bantargebang kembali berlangsung. Untuk kesekian kalinya, Pemerintah Kota Bekasi harus mengerahkan puluhan personel gabungan guna membongkar puluhan lapak yang kembali memenuhi trotoar, saluran air, hingga badan jalan.
Sebanyak 53 lapak dibongkar dalam operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Kecamatan Bantargebang, serta pengamanan dari Polsek Bantargebang dan Koramil 05/Bantargebang.
“Sebanyak 53 lapak pedagang dibongkar, terdiri dari pedagang sayur hingga pedagang ayam potong,” kata Camat Bantargebang Achmad Shovie, Sabtu (11/7).
Menurut dia, seluruh lapak ditertibkan karena berdiri di atas fasilitas umum yang seharusnya digunakan masyarakat, seperti trotoar, saluran drainase, dan badan jalan. Proses pembongkaran berlangsung hingga malam hari.
Usai penertiban, kawasan belakang Pasar Bantargebang kembali terbuka. Trotoar dapat digunakan pejalan kaki, saluran air tidak lagi tertutup bangunan liar, dan arus lalu lintas yang sebelumnya kerap tersendat akibat lapak pedagang menjadi lebih lancar.
Untuk mencegah PKL kembali berjualan, Pemkot Bekasi mendirikan tenda Posko Pengawasan di lokasi. Posko tersebut akan ditempati petugas gabungan guna melakukan pengawasan secara berkala.
“Kami mendirikan posko sebagai langkah antisipasi agar para PKL tidak kembali menempati lokasi yang sudah ditertibkan,” ujarnya.
Shovie menegaskan, penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik sebagaimana mestinya. Menurutnya, trotoar harus menjadi ruang aman bagi pejalan kaki, saluran air harus bebas dari hambatan agar tidak memicu genangan, sementara badan jalan harus dapat digunakan secara optimal oleh pengguna jalan.
“Kami ingin mengembalikan fungsi fasilitas publik. Trotoar untuk pejalan kaki, saluran air untuk mencegah genangan yang membuat lingkungan kumuh, dan badan jalan untuk kelancaran lalu lintas. Tidak ada lagi pejalan kaki yang terganggu karena trotoar dipakai berjualan maupun pengendara yang terjebak kemacetan akibat lapak PKL,” tegasnya.(pay)
A











