RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung kebutuhan sarapan pagi para siswa di sekolah.
Program tersebut diintegrasikan dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya membentuk karakter dan kebiasaan positif siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan kegiatan diawali sejak pagi hari dengan berbagai aktivitas, mulai dari olahraga bersama hingga kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing siswa.
“Anak-anak sudah mulai masuk sekolah pukul 06.30. Diawali dengan olahraga bersama, lalu salat duha bersama bagi yang muslim. Sementara bagi yang nonmuslim membaca Alkitab sesuai dengan keyakinan para siswa,” katanya.
Setelah rangkaian kegiatan tersebut, para siswa melanjutkan sarapan pagi bersama melalui program MBG. Menurut Imam, pihaknya telah berkoordinasi dengan SPPG agar makanan dapat diterima siswa pada waktu yang tepat sebelum proses pembelajaran dimulai.
“Setelah anak-anak melaksanakan kegiatan tujuh kebiasaan Indonesia Hebat, para siswa sarapan pagi bersama melalui program MBG. Jadi sebelumnya kami berkomunikasi dengan pihak SPPG agar makanan itu sampainya pagi hari,” jelasnya.
Imam menuturkan, kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
Sementara itu, siswa kelas IX Afif Abdillah menyampaikan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif karena menggabungkan olahraga, ibadah, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebersamaan saat sarapan.
“Ada pendidikan yang diberikan, bagaimana kita terlebih dahulu berolahraga ringan untuk menjaga kesehatan, lalu ibadah bersama, mencintai lingkungan dengan melakukan bersih-bersih, dan sarapan pagi bersama dengan menu MBG,” ujarnya.
Menurut Afif, kegiatan tersebut membuat siswa lebih siap menjalani proses belajar mengajar.
“Kami merasa senang, badan sehat, hati teduh setelah ibadah, dan perut kenyang setelah sarapan bersama. Sehingga belajar pun bisa semangat,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala SPPG Tambun Selatan Jatimulya, Satu Prayoga, mengatakan pihaknya mendukung pengantaran MBG pada pagi hari sesuai kebutuhan sekolah.
“Kami sangat mendukung apabila diantarnya pagi. Sebab SPPG juga terjangkau dari jarak sejumlah sekolah yang kami antar,” ujarnya.
Ia memastikan makanan yang diberikan telah melalui pemeriksaan ahli gizi sehingga kandungan nutrisi tetap sesuai kebutuhan siswa.
Prayoga menjelaskan, proses pengolahan makanan dimulai sejak dini hari untuk menjaga kualitas dan kebersihan makanan sebelum diterima para siswa.
“Kami mulai memasak pukul 02.00 dini hari, lalu diantar ke sekolah pukul 07.00. Sehingga ketika dimakan siswa dapat dinikmati dan gizinya juga tetap diperhatikan,” jelasnya. (and)











