Berita Bekasi Nomor Satu

Viral Narasi Terduga Pelaku Curanmor Dilepaskan di Medan Satria, Begini Klarifikasi Ketua RT

BERI PENJELASAN : Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi, Patuyo Kaman, memberikan keterangan terkait video viral yang menuding dirinya bersama warga melepaskan terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Selasa (4/8). Patuyo membantah tudingan tersebut dan menegaskan dirinya justru menghubungi pihak kepolisian saat keributan terjadi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Viral di media sosial sebuah video yang disertai narasi bahwa terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) dilepaskan oleh Ketua RT dan warga di Kelurahan Medan Satria, Kota Bekasi.

Menanggapi narasi tersebut, Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Patuyo Kaman, memberikan klarifikasi. Ia membantah tudingan yang menyebut dirinya bersama warga sengaja melepaskan terduga pelaku curanmor.

Patuyo menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 13.18 WIB. Saat itu, ia dihubungi keponakannya yang mengabarkan adanya keributan di depan rumahnya.

“Saya datang sudah ramai. Saya tanya ada masalah apa, katanya soal motor hilang. Saya juga tidak tahu siapa yang disebut pelaku,” ujar Patuyo, Selasa (4/8/2026).

a mengaku berupaya menenangkan situasi dengan mengajak pihak-pihak yang berselisih masuk ke rumah agar persoalan dapat dibicarakan dengan baik. Namun, ajakan tersebut tidak dihiraukan sehingga adu mulut terus berlanjut.

Patuyo menegaskan dirinya tidak mengetahui siapa terduga pelaku yang dimaksud. Karena situasi semakin ramai, ia kemudian menghubungi anggota Polsek Medan Satria.

“Saya telepon anggota Polsek Medan Satria. Setelah polisi datang, semuanya saya serahkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya membantu melarikan terduga pelaku.

“Saya tidak kenal siapa pelakunya. Jadi tidak benar kalau saya dibilang melepaskan pelaku. Justru saya yang menghubungi polisi,” tegasnya.

Menanggapi video yang viral, Kanit Reskrim Polsek Medan Satria, AKP Isack Erixon, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ketua RT.

PERIKSA LOKASI: Personel Polsek Medan Satria mendatangi lokasi sekaligus memeriksa saksi dan Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Medan Satria, Senin (3/8). Patuyo Kaman, terkait video viral yang menarasikan terduga pelaku curanmor dilepaskan oleh RT dan warga. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap kronologi sebenarnya dalam kasus tersebut. FOTO: ISTIMEWA

Dari hasil penyelidikan diketahui kasus bermula dari hilangnya sepeda motor Honda Beat milik korban di kawasan pinggir Kali depan Logos pada Selasa (28/7).

Sehari setelah kejadian, korban mengecek rekaman CCTV dan mengaku mengenali sosok yang diduga sebagai pelaku karena pernah bekerja di tempat yang sama.

“Korban ini rupanya mengenali diduga pelaku karena mereka satu kerjaan, antara terduga pelaku dengan korban, jadi dia tahu orangnya,” kata Isack, Selasa (4/8/2026).

Pada Kamis (30/7/2026), korban bersama keluarganya mendatangi tempat kos terduga pelaku untuk meminta klarifikasi. Terduga pelaku membantah tuduhan tersebut dan mengajak menyelesaikan persoalan di rumah Ketua RT.

Namun saat berada di rumah Ketua RT, keributan kembali terjadi hingga Bhabinkamtibmas dan personel piket Polsek Medan Satria dihubungi untuk datang ke lokasi.

“Sampai di dalam rumah Pak RT pun terjadi keributan. Dari situ ada yang menghubungi Bhabinkamtibmas, kemudian Bhabinkamtibmas bersama piket fungsi Polsek Medan Satria mendatangi lokasi,” ujarnya.

Sebelum petugas tiba, terduga pelaku lebih dulu melarikan diri.

“Maka dari situlah terjadi menurut pemikiran korban kalau Pak RT dan orang-orang di situ melepaskan si pelaku,” jelas Isack.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan sepeda motor milik korban di rumah mertua salah satu terduga pelaku. Kendaraan itu kemudian dikembalikan kepada pemiliknya.

“Modusnya motor dipatahkan setangnya, kemudian dibawa jalan dan disetut oleh terduga pelaku kedua. Motornya disimpan di rumah mertua terduga pelaku kedua,” ungkap Isack.

Sementara itu, Kapolsek Medan Satria AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya menegaskan narasi yang menyebut Ketua RT dan warga sengaja melepaskan pelaku tidak sesuai dengan fakta hasil penyelidikan.

“Persepsi mereka yang melepas itu pihak RT dan warga sekitar situ, namun pihak RT setelah kami tanya awalnya tidak tahu bahwasannya itu curanmor. Akhirnya mereka langsung menghubungi kami karena sudah ramai di situ,” kata Bintang.

Ia menambahkan, saat ini identitas kedua terduga pelaku telah dikantongi dan masih dalam pengejaran polisi.

“Pelaku satu dan duanya masih dalam tahap pengejaran, tapi sekarang sudah dikantongi identitasnya,” pungkasnya. (rez)