RADARBEKASI.ID,BEKASI– Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah, mengedukasi puluhan pelajar melalui program Pendidikan Demokrasi di SMKN 1 Tambun Utara, Senin (10/8).
Legislator perempuan yang akrab disapa Siqom itu menekankan agar para siswa atau calon pemilih pemula ini tidak apatis terhadap politik. Suara mereka turut menentukan perjalanan bangsa maupun daerah untuk lima tahun ke depan.
“Disitulah (SMKN 1 Tambun Utara) saya mengarahkan kepada anak-anak bahwa pentingnya politik, karena sebagai penentu untuk lima tahun yang akan datang,” ujar Siqom, kepada Radar Bekasi usai kegiatan.
Pelajar yang didominasi perempuan terlihat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut. Mereka turut melontarkan sejumlah pertanyaan seputar peran politik dalam bernegara hingga lingkungan keluarga.
Dewan dari Partai NasDem itu menyampaikan, program pendidikan demokrasi menjadi agenda rutin DPRD Provinsi Jawa Barat setiap satu bulan sekali. Kegiatan tersebut menyasar pelajar SMA/SMK, dan Aliyah.
Menurutnya, ini penting untuk disampaikan apalagi dengan pesatnya asupan informasi di era digital. Dengan pemahaman politik dan demokrasi yang dimiliki, siswa diharapkan tak mudah termakan hoaks.
“Sekarang ini zamannya media sosial jangan sampai terbawa arus atau arah pemberitaan yang memang belum tentu benar adanya. Kita hadir disini tujuannya untuk meluruskan,” ucapnya.
Siqom menegaskan, sebagai penerus bangsa, kaum muda berperan menentukan maju mundurnya negeri ini.
“Anak-anak ini adalah penerus bangsa, mereka harus andil menentukan maju mundurnya negeri ini. Jadi politik itu penting, contoh saya ini sebagai anggota dewan ada kaitannya dengan politik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Siqom turut menjelaskan peran dan fungsi DPRD diantaranya dalam pembentukan peraturan daerah (legislasi), anggaran (budgeting), dan pengawasan.
“Kalau anak-anak kita ini awam, tabu terhadap politik kita khawatir kedepannya. Saya sampaikan juga umur 17 tahun sudah mendapatkan hak suara, berarti anak-anak ini punya peluang untuk menentukan arah kebijakannya, salah satunya memilih kandidat yang nantinya akan maju sebagai wakil rakyat, bupati, presiden, dan lainnya,” jelasnya. (adv/pra)











