RADARBEKASI.ID, KORUT – Kabar Kim Jong Un meninggal dunia setelah disebut mengalami kondisi medis serius menyebar di media sosial. Di tengah rumor tersebut, Korea Utara merilis foto pemimpinnya saat mengunjungi pameran pakaian dan alas kaki, meski waktu pengambilan gambar belum dapat dipastikan secara independen.
Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Kim mengunjungi pameran tersebut pada Senin. Dalam foto yang dirilis, pemimpin berusia 42 tahun itu terlihat memeriksa sejumlah produk, mulai dari sepatu anak-anak hingga pakaian perempuan, serta berbicara dengan para pejabat yang mendampinginya.
Namun, kemunculan foto tersebut belum cukup untuk memastikan kondisi terkini Kim Jong Un. Foto-foto itu belum diverifikasi secara independen, sementara otoritas Korea Utara belum memberikan pernyataan terbuka mengenai kabar kematian yang beredar.
BACA JUGA:Â Kim Jong Un Dikabarkan Koma Akibat Pendarahan Otak
Rumor Kim Jong Un Meninggal Berawal dari Klaim Pembelot Tiongkok
Rumor mengenai kematian Kim Jong Un mencuat setelah Wanjun Xie, seorang pembelot Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat dan dikaitkan dengan Partai Demokrasi Tiongkok, mengunggah serangkaian klaim di media sosial X pada Minggu.
Xie awalnya menyebut Kim telah meninggal dunia. Ia juga mengklaim Tiongkok mengirim 9.000 personel militer ke Pyongyang karena khawatir terjadi krisis suksesi atau perebutan kekuasaan setelah pemimpin Korea Utara itu meninggal.
Dalam unggahan berikutnya, Xie menyatakan sejumlah dokter spesialis dari Peking Union Medical College Hospital di Beijing telah berangkat ke Korea Utara pada Sabtu untuk menangani Kim yang disebut mengalami pendarahan otak parah.
Menurut klaim tersebut, Kim kemudian mengalami koma dan dibawa ke Beijing untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, ia disebut meninggal dunia meski telah menjalani penanganan medis. Jenazahnya diklaim telah dikembalikan secara diam-diam ke Korea Utara.
Xie tidak menyertakan rekam medis, identitas saksi yang dapat diverifikasi, maupun bukti independen lain untuk mendukung klaim tersebut. Karena itu, kabar mengenai kondisi kritis hingga kematian Kim belum dapat dipastikan kebenarannya.
Meski tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi, rumor tersebut menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian media internasional.
Kim Yo Jong Ikut Dikaitkan dengan Isu Suksesi
Rumor kematian Kim Jong Un turut memicu spekulasi mengenai siapa yang akan mengambil alih kepemimpinan Korea Utara jika ia benar-benar tidak lagi berkuasa.
Melansir Turkiye Today, nama Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, ikut mencuat dalam pembicaraan mengenai kemungkinan suksesi. Namun, belum ada konfirmasi bahwa Kim Yo Jong telah mengambil alih kendali pemerintahan.
Korea Utara merupakan negara yang sangat tertutup, sehingga informasi mengenai kondisi kesehatan pemimpinnya maupun dinamika di lingkaran kekuasaan sulit diverifikasi dari luar negeri.
Situasi itu membuat kabar mengenai Kim Jong Un kerap memicu perhatian internasional. Perubahan kepemimpinan di Pyongyang berpotensi memengaruhi stabilitas politik dalam negeri, hubungan dengan negara-negara tetangga, serta perkembangan program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.
Intelijen Korea Selatan Pernah Menyinggung Risiko Kesehatan Kim
Kesehatan Kim Jong Un telah lama menjadi perhatian dunia. Selain minimnya informasi resmi, kondisi fisiknya juga menjadi bahan pemantauan badan intelijen Korea Selatan.
Pada akhir September, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menyampaikan kepada para anggota parlemen bahwa berat badan Kim diperkirakan mencapai sekitar 140 kilogram.
Menurut penilaian tersebut, berat badan Kim menempatkannya pada risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.
Meski demikian, NIS tidak melaporkan tanda-tanda jelas bahwa Kim sedang mengalami masalah kesehatan serius. Badan intelijen itu bahkan menyinggung kemampuannya menaiki tangga saat melakukan inspeksi terhadap sebuah kapal perusak Angkatan Laut Korea Utara.
Informasi tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap risiko kesehatan Kim, tetapi tidak membuktikan klaim terbaru mengenai pendarahan otak, koma, maupun kematiannya.
Diketahui, Kim Jong Un mulai memimpin Korea Utara pada Desember 2011 setelah ayahnya, Kim Jong Il, meninggal dunia. Ia melanjutkan dinasti politik keluarga yang dibangun oleh kakeknya, Kim Il Sung, pendiri Korea Utara.
Di bawah kepemimpinannya, Pyongyang terus mengembangkan program nuklir dan rudal balistik. Kebijakan tersebut membuat hubungan Korea Utara dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan tetap diwarnai ketegangan.
Karena Kim memegang peran sentral dalam sistem politik Korea Utara, kabar mengenai kondisi kesehatannya memiliki implikasi yang lebih luas daripada sekadar persoalan pribadi.
Meski demikian, hingga terdapat bukti yang dapat diverifikasi, rumor kematian Kim Jong Un perlu diperlakukan sebagai klaim yang belum terkonfirmasi.
Foto kunjungannya ke pameran pakaian dan alas kaki yang dirilis KCNA juga belum cukup untuk memastikan secara independen kapan gambar tersebut diambil atau bagaimana kondisi kesehatannya saat ini. (jpc)











