Berita Bekasi Nomor Satu

Siswa SMPN 5 Kota Bekasi Belajar Tawar-Menawar di Pasar Harapan Jaya

FOTO BERSAMA: Kepala Bidang Pasar Disdagperin Kota Bekasi, Yudhistira, berfoto bersama Kepala SMP Negeri 5 Kota Bekasi dan para siswa saat kunjungan edukasi ke pasar tradisional Harapan Jaya. FOTO: AHMAD PAIRUDZ/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI  – Pasar tradisional menjadi ruang belajar bagi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Kota Bekasi untuk mengenal transaksi jual beli secara langsung, mulai dari membandingkan harga hingga mengasah keterampilan tawar-menawar. Kunjungan edukasi ini menjadi upaya mengenalkan aktivitas perdagangan tradisional di tengah maraknya pasar modern dan belanja daring.

Kegiatan tersebut berlangsung di pasar tradisional Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan guru saat berbelanja sekaligus mempelajari proses transaksi antara pedagang dan pembeli.

Kepala SMP Negeri 5 Kota Bekasi, Sujirman, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan pasar tradisional kepada siswa. Menurutnya, tidak banyak anak zaman sekarang yang mengenal aktivitas jual beli secara langsung di pasar tradisional.

“Sekarang ini kan sudah banyak pasar modern sehingga dalam proses belanja mereka itu tidak ada kegiatan tawar-menawar. Di pasar tradisional ini karena tidak ada harga baku, anak-anak ini jadi melatih dan membandingkan harga yang ada kemudian mereka belajar menawar,” kata Sujirman, Rabu (27/10).

Selain belajar membandingkan harga dan menawar barang, para siswa juga dilatih berkomunikasi serta berinteraksi dengan orang yang belum dikenal. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa ketika harus berbelanja secara mandiri.

“Jadi anak-anak ini setelah kegiatan ini paling tidak punya pengalaman, sehingga suatu saat disuruh orangtua belanja mereka sudah bisa,” imbuhnya.

Kegiatan edukasi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dan akan dilanjutkan dengan melibatkan siswa hingga kelas IX pada hari berikutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Yudhistira, menyambut baik kegiatan pengenalan pasar tradisional kepada para siswa.

Menurutnya, kunjungan edukasi ke pasar tradisional sejak usia dini penting dilakukan di tengah maraknya pasar modern dan belanja daring. Pasar tradisional merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang perlu dijaga keberadaannya.

“Ini adalah upaya meningkatkan daya beli masyarakat, siswa ini sambil belajar mengenal barang, bisa tawar menawar dan di sisi lain mereka nanti juga akan bercerita kepada orangtuanya. Mungkin saja yang biasanya sekarang belanja di pasar modern, bisa kembali ke pasar tradisional,” katanya

Yudhistira menambahkan, pasar tradisional kini mampu bersaing dengan pasar modern melalui peningkatan kualitas barang, kebersihan lingkungan, serta pelayanan pedagang yang ramah.

“Pasar tradisional yang dahulu dikenal dengan kumuh dan bau, namun sekarang ini pasar tradisional telah berevolusi menjadi bersih dan tertata rapi sehingga para pengunjung merasa nyaman berbelanja,” tandasnya. (pay)