RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peta usulan calon Wakil Bupati Bekasi dari Partai Buruh berpotensi berubah. Nama Sarino yang sebelumnya mencuat sebagai kandidat internal partai kini dipertimbangkan kembali setelah ia dilantik menjadi anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Bekasi.
Perubahan itu belum diputuskan. Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi akan lebih dulu membahas kemungkinan pergantian nama sebelum membawa usulan ke meja koalisi partai pengusung Ade Kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja pada Pilkada 2024.
Sekretaris Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi, Surohman, mengatakan peluang pergantian kandidat terbuka. Namun, keputusan tetap harus melalui mekanisme dan pembahasan internal partai.
“Kemungkinan (bakal ada pergantian nama calon wakil bupati dari internal Partai Buruh,Red) kalau sesuai mekanisme meski ada pergantian,” ujar Surohman, kepada Radar Bekasi, Minggu (1/11/2026).
Pelantikan Sarino sebagai anggota TP2D menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan langkah politik partai. Posisi tersebut menuntut penjagaan netralitas dan pembatasan keterlibatan dalam politik praktis selama menjalankan tugas.
Surohman belum bersedia menyebut siapa yang berpeluang menggantikan Sarino. Namanya sendiri sempat disinggung sebagai salah satu kemungkinan, tetapi ia memilih menunggu hasil pembahasan internal.
“Ya itu entar lihat perkembangannya. Makanya kita mau rapat dulu di internal Partai Buruh, sebelum rapat partai koalisi,” katanya.
Sebelumnya, nama Sarino muncul setelah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Buruh, Amir, mendorong kader tersebut masuk dalam bursa calon pendamping Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Namun, usulan itu belum menjadi keputusan resmi partai.
“Kemarin memang di internal partai kita lewat Bappilu bang Amir, memunculkan nama bang Sarino dari internal Partai Buruh. Tapi untuk tindaklanjutnya kita masih komunikasikan karena belum ada rapat juga,” tuturnya.
Bagi Partai Buruh, peluang mengisi kursi Wakil Bupati Bekasi tidak terbatas pada satu nama atau satu partai. Surohman menyebut seluruh partai pengusung dalam koalisi Ade-Asep memiliki kesempatan mengajukan kadernya.
“Kalau nama siapa pun berhak yang penting di koalisi, artinya mau PBB, PDIP, PPP, maupun Partai Buruh,” ungkapnya.
Sejauh ini, dirinya memastikan, rapat koalisi baru sebatas rencana. Sebab, pascapelantikan bupati yang juga merupakan pimpinan partainya, masih terdapat sejumlah agenda yang cukup padat. Bahkan, di internal partainya pun belum digelar rapat.
“Sementara belum ada rapat baik di koalisi maupun internal Partai Buruh,” katanya. (pra)











