Berita Bekasi Nomor Satu

Puskesmas Bintara Jaya Bekali Guru Deteksi Gangguan Mental Siswa

SOSIALISASI: Plt Kepala Puskesmas Bintara Jaya saat memberikan sosialisasi P3LP kepada guru pembina UKS. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Guru memiliki peran penting dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan mental pada siswa. Untuk memperkuat peran tersebut, Puskesmas Bintara Jaya membekali guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat SMP dan SMA sederajat dengan pemahaman Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).

Sosialisasi yang digelar di Aula Puskesmas Bintara Jaya, Kamis (5/11), diikuti para guru UKS dari sekolah-sekolah di wilayah kerja puskesmas tersebut.

Plt Kepala Puskesmas Bintara Jaya, Dedy Damhudi mengatakan, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengenali perubahan perilaku dan kondisi psikologis siswa.

Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan sosial, perilaku, hingga cara remaja mengambil keputusan menjadi penting. Sebab, persoalan psikologis dapat berdampak langsung terhadap proses belajar dan kesehatan mental siswa.

“Semua dinamika ini berimplikasi langsung terhadap kelancaran pendidikan dan kondisi kesehatan jiwa remaja selama berada di lingkungan sekolah,” ujar Dedy.

Ia menekankan, deteksi dini menjadi salah satu kunci dalam mencegah gangguan kesehatan mental berkembang lebih jauh. Karena itu, guru perlu memiliki kepekaan terhadap perubahan yang dialami siswa.

“Ada beberapa poin penting yang harus dicermati tenaga pendidik saat berinteraksi dengan siswa. Mulai dari perubahan kebiasaan sehari-hari, perubahan perilaku yang tiba-tiba, serta berapa lama dan seberapa sering durasi maupun frekuensi perubahan tersebut terjadi pada anak,” jelasnya.

Selain perubahan perilaku, guru juga diminta memperhatikan keluhan fisik yang tidak ditemukan penyebab medisnya, kewajaran sikap siswa dibandingkan anak seusianya, serta pengaruh lingkungan pergaulan terhadap kondisi psikologis mereka.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Bintara Jaya berharap guru dapat menjadi mitra dalam mengenali persoalan kesehatan mental siswa sejak dini. Dengan begitu, penanganan melalui konseling maupun intervensi tenaga kesehatan dapat dilakukan lebih cepat.

“Harapan kami dari pertemuan ini, para tenaga pendidik dapat lebih peka dan benar-benar memahami apa yang sebenarnya menjadi akar permasalahan bagi anak di usia sekolah. Dengan kepekaan tersebut, kita bisa mencegah dampak yang lebih buruk terhadap psikologi siswa,” tandasnya. (pay)