RADARBEKASI.ID, BEKASI – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di sejumlah agen bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di wilayah Kabupaten Bekasi. Sejumlah calon penumpang tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama Madura, memilih berangkat lebih awal. Mereka ingin menghindari kemacetan sekaligus lonjakan harga tiket yang biasanya terjadi mendekati Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (10/3) di salahsatu agen bus di Jalan Arteri Tol Cibitung, Kecamatan Cikarang Barat, menunjukkan jumlah calon penumpang yang mulai meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Nurhasyim (53), pemudik tujuan Bangkalan, Madura, termasuk yang memilih pulang lebih awal. Ia sengaja berangkat sebelum puncak arus mudik agar bisa menjalani ibadah puasa bersama keluarga di kampung halaman.
“Pengen puasa di kampung. Selain itu juga biar menghindari kemacetan,” ucap Nurhasyim, Selasa (10/3).
Tahun ini ia mudik bersama istri dan anaknya. Menurut dia, harga tiket bus saat ini sudah naik sekitar 10 persen dibandingkan tarif normal. Meski begitu, harga tersebut masih lebih terjangkau dibandingkan jika berangkat mendekati Lebaran.
Pilihan serupa diambil Muslaha (38). Ia juga memutuskan pulang lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik sekaligus menghindari kenaikan harga tiket yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
“Ini mau puasa di kampung. Sengaja pulang lebih awal biar nggak macet dan harga tiket juga belum terlalu naik,” kata Muslaha.
Ia membeli tiket bus tujuan Bangkalan seharga Rp400 ribu. Pada hari biasa, tarif untuk rute yang sama hanya sekitar Rp200 ribu. Bagi Muslaha, mudik merupakan tradisi penting karena menjadi kesempatan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
“Karena ada keluarga yang menunggu di sana. Jadi ini momen kumpul bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Petugas agen bus, Muhammad Dhani, mengatakan peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak hari ini. Menurutnya, jumlah calon penumpang yang berangkat naik sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.
“Untuk hari ini sudah ada peningkatan sekitar 40 sampai 50 persen,” ujar Dhani.
Ia menjelaskan sebagian besar penumpang yang berangkat lebih awal menuju wilayah Madura, seperti Sampang dan Bangkalan. Peningkatan tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kenaikan harga tiket dalam beberapa hari ke depan.
Dhani menambahkan, tarif tiket yang biasanya berkisar Rp350 ribu kini naik menjadi sekitar Rp420 ribu dan diperkirakan masih akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik. Ia memperkirakan puncak arus mudik bus terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak agen bus menambah jumlah armada yang diberangkatkan setiap hari.
“Biasanya satu unit, sekarang sudah kami berangkatkan sampai lima unit,” pungkasnya. (ris)











