Berita Bekasi Nomor Satu

Disarpus: Libur Sekolah Momentum Asah Otak Anak

MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN: Sejumlah anak-anak berada di perpustakaan daerah di Cikarang Selatan, belum lama ini. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Libur panjang semester tak harus dihabiskan di depan layar gawai. Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi mengajak para orangtua memanfaatkan masa libur sekolah dengan mengarahkan anak-anak mengunjungi perpustakaan atau pusat literasi agar tetap produktif sekaligus mengasah kemampuan berpikir.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, mengatakan kebiasaan membaca mampu memperluas wawasan, melatih daya pikir kritis, serta membentuk karakter anak sejak dini. Karena itu, momentum libur sekolah dinilai tepat untuk menumbuhkan kembali minat baca.

“Liburan sekolah ini harus menjadi momentum penting untuk mengasah otak mereka melalui membaca. Buku adalah gerbang ilmu, dan dengan membaca, anak-anak tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga memperkuat jati diri serta memperluas cakrawala berpikir mereka,” kata Agung, Rabu (8/7).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu bingung mencari tempat membaca. Kabupaten Bekasi telah memiliki sejumlah fasilitas literasi yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Selain Perpustakaan Daerah (Perpusda) di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, tersedia pula Perpustakaan Umum Cikarang Utara di Karang Asih dan Perpustakaan Umum Cikarang Selatan di kawasan Villa Mutiara Cikarang 2.

Pilihan ruang baca juga semakin beragam dengan hadirnya Pojok Baca Digital (Pocadi) di Museum Gedung Juang Tambun serta Perpustakaan Multikultural Cibitung yang melengkapi layanan literasi bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya berbenah dan meningkatkan kenyamanan sarana prasarana di lingkungan perpustakaan agar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah merasa betah,” tambahnya.

Disarpus juga mendorong sekolah mengoptimalkan fungsi perpustakaan setelah masa liburan berakhir. Di sisi lain, taman bacaan masyarakat (TBM) yang dikelola secara swadaya di lingkungan permukiman diharapkan semakin aktif sebagai ruang belajar sekaligus tempat anak-anak mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.

“Melalui gerakan pemanfaatan waktu libur di ruang-ruang baca ini, diharapkan kegemaran membaca di wilayah Kabupaten Bekasi dapat meningkat, sekaligus mengembalikan esensi buku fisik sebagai media terbaik dalam mengasah kefokusan dan kecerdasan intelektual anak,” pungkasnya. (ris)