Berita Bekasi Nomor Satu

Mantan Pengurus Partai Buruh Bekasi Hidupkan Lagi Organisasi Rakyat Indonesia

KANTOR BARU: DPC ORI Kota dan Kabupaten Bekasi meresmikan kantor barunya di Ruko Tambun City, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (24/7) lalu. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) kembali dihidupkan oleh sejumlah mantan pengurus Partai Buruh. Keseriusan itu ditandai dengan peresmian kantor baru DPC ORI Kota dan Kabupaten Bekasi di Ruko Tambun City, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (24/7) lalu.

Ketua DPC ORI Kabupaten Bekasi, Guntoro, mengatakan ORI kembali diaktifkan setelah para pengurus memutuskan menarik diri dari Partai Buruh. Saat ini, organisasi tersebut tengah melakukan pemutakhiran data keanggotaan.

“Kalau keanggotaan posisi sekarang kita sedang merekap karena baru kita hidupkan setelah beberapa lama ada di partai Buruh. Terus sekarang memutuskan menarik diri dari Partai Buruh, sehingga akhirnya menghidupkan organisasi ORI dan sekarang lagi pemutakhiran data di keanggotaan kita,” ujar Guntoro, kepada Radar Bekasi usai peresmian.

Guntoro menjelaskan, ORI merupakan organisasi kemasyarakatan yang berdiri sejak 2015. Organisasi ini berfokus pada advokasi, pemberian bantuan, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan kegiatan sosial yang berkaitan dengan buruh.

Mantan Sekretaris Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi itu mengungkapkan, mayoritas anggota ORI berasal dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Meski demikian, ORI terbuka bagi masyarakat umum yang ingin bergabung dan berjuang bersama organisasi tersebut.

“Organisasi ini hampir mirip sayap politiknya SPSI, tapi lebih banyak ke masyarakat umum. Kebanyakan dari SPSI anggotanya,” ucapnya.

Ia memastikan, hingga saat ini ORI tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun dan tengah fokus melakukan pembenahan internal.

“Sampai dengan hari ini enggak merujuk ke salah satu partai. Kalau dari Ketua Umum kita di ORI sendiri menyampaikan, bahwa ORI ini akan jadi independen, tapi kadernya akan di mana-mana atau berada di partai politik mana saja,” katanya.

Saat ini, penyusunan struktur kepengurusan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan masih berlangsung. Sebab, kepengurusan pusat baru menetapkan pimpinan di tingkat kabupaten/kota, sedangkan struktur di bawahnya masih dalam proses pembentukan.

“Struktur kita masih belum full terbentuk untuk di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan. Sampai hari ini di ORI sendiri baru menunjuk untuk di kepemimpinan kabupaten/kota, untuk struktur di bawahnya baru kita mau rapihin kedepan,” ungkapnya. (pra)