RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi menggandeng kalangan muda melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif. Kegiatan ini menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai upaya memperkuat pengawasan pemilu sejak dini menuju Pemilu 2029.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kota Bekasi, Muhammad Sodikin, mengatakan pelibatan generasi muda bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas demokrasi, khususnya di Kota Bekasi.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan Pemilu 2024 tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
“Kini, tugas besar kita adalah mentransfer kesadaran politik tersebut kepada generasi penerus agar mereka (pemuda) siap menjadi benteng pengawasan pada Pemilu 2029 mendatang,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Sodikin menjelaskan, dinamika politik di masa depan akan sangat dipengaruhi tingkat literasi politik generasi muda. Karena itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai penguatan nilai-nilai demokrasi.
Dalam forum itu, peserta diajak membedah berbagai studi kasus sekaligus didorong untuk tidak bersikap apatis terhadap proses politik di lingkungan sekitarnya.
“Kita ingin mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang berani bersuara dan melek aturan. Mereka ini yang nantinya akan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu di lapangan, memastikan bahwa setiap proses suksesi kepemimpinan ke depan berjalan bersih, jujur, dan adil,” katanya.
Melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kota Bekasi berharap penyelenggaraan pemilu dan pilkada pada masa mendatang dapat terus dikawal masyarakat secara mandiri.
“Kehadiran mahasiswa dan pelajar diyakini mampu menekan potensi kecurangan, sekaligus menjaga muruah demokrasi agar tetap pada koridor konstitusi,” jelasnya. (pra)











