Berita Bekasi Nomor Satu

Sedimentasi Ganggu Aliran, Saluran PJT II di Perwira Dinormalisasi

NORMALISASI: Petugas DBMSDA Kota Bekasi mengoperasikan alat berat untuk melakukan normalisasi Saluran Sekunder PJT II di Kelurahan Perwira. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sedimentasi yang menumpuk mulai mengganggu kapasitas saluran air di wilayah Kecamatan Bekasi Utara. Kondisi tersebut mendorong Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menerjunkan alat berat untuk melakukan normalisasi Saluran Sekunder PJT II di Kelurahan Perwira.

Normalisasi dilakukan di RT 01 RW 02, Kelurahan Perwira, dengan mengeruk endapan lumpur dan material yang menumpuk di dasar saluran. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan kapasitas saluran sekaligus memperlancar aliran air.

Camat Bekasi Utara, Ikhwanudin, mengatakan normalisasi merupakan bagian dari pemeliharaan jaringan saluran air, terutama pada titik yang mengalami sedimentasi cukup tinggi.

“Normalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan dan penanganan saluran air agar tidak terhambat dan mengurangi sedimentasinya,” kata Ikhwanudin.

Menurutnya, penanganan diperlukan karena endapan lumpur maupun material lain yang menumpuk berpotensi menghambat aliran air. Melalui pengerukan, kondisi saluran diharapkan kembali optimal sehingga mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik.

“Melalui proses normalisasi, saluran dibersihkan dan ditata kembali agar kapasitas serta fungsi saluran dapat berjalan secara lebih optimal,” ujarnya.

Ikhwanudin menambahkan, normalisasi juga diharapkan dapat mengurangi potensi genangan di lingkungan sekitar yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Pemerintah Kecamatan Bekasi Utara akan terus memantau kondisi jaringan saluran air dan menindaklanjuti titik-titik yang membutuhkan penanganan.

“Pemantauan dan penanganan secara berkala menjadi penting untuk memastikan jaringan saluran air tetap terpelihara dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya,” tandasnya.

Di sisi lain, masyarakat diminta ikut menjaga fungsi saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran warga dinilai penting agar saluran yang telah dinormalisasi tidak kembali dipenuhi sampah dan material yang menghambat aliran air. (pay)