RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelantikan Bupati Bekasi diharapkan menjadi momentum memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan. Pergantian kepemimpinan yang berulang dinilai berpotensi memutus konsistensi kebijakan dan membuat sejumlah program strategis tidak tuntas.
Kader DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, mengatakan pemimpin daerah yang baru mengemban tanggung jawab besar untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat. Ia berharap pelantikan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi titik balik perbaikan pemerintahan.
“Mengemban amanat rakyat Kabupaten Bekasi tentu bukan tugas yang ringan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan dedikasi penuh,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, dinamika politik dan pergantian kepemimpinan daerah dalam beberapa periode terakhir berpotensi menghambat kesinambungan pembangunan. Perubahan kepemimpinan, baik bupati definitif maupun penjabat (Pj), dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan dan prioritas pembangunan.
“Ketika kepemimpinan berganti dalam waktu singkat, ganti pula arah kebijakan dan prioritasnya. Akibatnya, banyak ‘pekerjaan rumah’ yang mangkrak dan program pelayanan publik tidak dirasakan maksimal oleh masyarakat,” tuturnya.
Aboy menilai, kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri besar di Asia Tenggara. Potensi ekonomi daerah itu semestinya diikuti percepatan pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan, mulai dari pengangguran lokal, infrastruktur jalan, banjir, hingga sampah.
Karena itu, ia mendorong Bupati Bekasi untuk memetakan kembali program prioritas yang belum tuntas dan memastikan pelaksanaannya berjalan hingga selesai. Menurutnya, keberlanjutan program perlu menjadi perhatian agar pergantian kepemimpinan tidak kembali menghambat hasil pembangunan.
“Jangan sampai masa jabatan ini hanya diisi dengan wacana baru tanpa ada realisasi nyata dari program terdahulu,” tuturnya.
Ia juga menyatakan akan terus mengawal jalannya pemerintahan. Aboy berharap bupati membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan muda dan akademisi, untuk mendorong pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami berharap Bupati Bekasi dapat merangkul semua elemen masyarakat, termasuk kaum muda dan akademisi, demi membawa Kabupaten Bekasi keluar dari keterpurukan menuju daerah yang maju, bermartabat, dan sejahtera,” sambungnya. (pra)











