RADARBEKASI.ID,BEKASI– Setelah satu tahun mengaspal dan memberikan layanan gratis, bus Trans Wibawa Mukti bakal menerapkan tarif resmi sebesar Rp 4.300 untuk sekali perjalanan mulai Rabu (28/10) hari ini.
Diketahui, transportasi publik milik Pemkab Bekasi ini baru memiliki satu koridor yang melayani rute utama dari Stasiun Cikarang menuju Stasiun LRT Jatimulya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Andi Suhadhi, menjelaskan bahwa kebijakan tarif berbayar ini diterapkan setelah satu tahun penuh layanan diberikan secara gratis. Selama ini uji coba dilakukan sekaligus pengenalan kepada masyarakat keberadaan Trans Wibawa Mukti.
“Prinsipnya pokoknya kita kan sudah memberikan fasilitas gratis selama setahun ini uji coba. Nah, sekarang kan memang di tengah waktu satu tahun itu harus sudah bertarif,” ujar Andi Suhadhi saat dikonfirmasi, Selasa (27/10).
Andi memaparkan, pada bulan November dan Desember ini, pihak Dishub mulai mengintensifkan sosialisasi sekaligus menguji coba keandalan sistem perbankan dan transaksi non-tunai di dalam armada bus.
Kendati demikian, pada tahap awal transisi ini, pihak operator masih memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang belum terbiasa atau belum memiliki kartu uang elektronik (e-Money).
“November, Desember sudah mulai. Cuman kan itu masih tahap uji coba sistem, sistem perbankannya dan QRIS-nya. Nah, mudah-mudahan di Januari sudah matang, sudah siap, nah itu sudah berlaku tetap, permanen,” tambahnya.
Dalam penerapan sistem pembayaran non-tunai ini, pihaknya telah menggandeng lima perbankan besar. Empat bank aggregator bertindak sebagai penampung transaksi, sementara bank pembangunan daerah dilibatkan langsung untuk pengelolaan kas daerah. Nantinya masyarakat dapat menggunakan E-money dari keempat bank tersebut.
“Kita sudah bekerja sama dengan empat bank aggregator. Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA. Nah, dengan BJB yang QRIS-nya. BJB QRIS, nanti untuk buat pengembalian dana penampung ke PAD, Kas daerah,” jelas Andi.
Ia menegaskan bahwa mekanisme pembayaran di dalam bus akan menggunakan sistem tap menggunakan kartu uang elektronik (e-Money) untuk jaringan Himbara dan BCA, sementara Bank BJB menggunakan QRIS. “Insya Allah petugas Dishub tuh sudah mulai gerilya memberi edukasi ke masyarakat. Cara waktu kapan harus ngetap-nya. Tarifnya flat Rp 4.300,” tutup Andi. (ris)











