RADARBEKASI.ID, BEKASI – Partai Ummat berupaya membangun kembali kekuatan politik di Kabupaten Bekasi setelah ditinggal sejumlah pimpinan, mulai dari Ketua Umum Ridho Rahmadi, Ketua DPW Jawa Barat Daris, hingga Ketua DPD Kabupaten Bekasi Yayu Umaiyah. Kini, partai berlambang bintang itu fokus membenahi kepengurusan sekaligus memperluas pendekatan kepada masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan panen raya bersama petani di Kampung Srengseng, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Rabu (28/10). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Partai Ummat untuk membangun silaturahmi sekaligus memperkuat eksistensi partai di tengah masyarakat.
Ketua Harian Partai Ummat, Haikal Safar, mengatakan petani merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian. Menurutnya, kegiatan bersama petani diharapkan tidak sekadar mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat.
“Kami sangat berharap melalui silaturahmi ini ada banyak berkah dan manfaat yang bisa didapatkan,” ujarnya kepada Radar Bekasi usai menggelar panen raya.
Haikal menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, Partai Ummat ingin memperluas interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat.
“Kami harus rajin bersilaturahmi dengan masyarakat. Kami turun langsung menemui petani, buruh, nelayan, pelaku UMKM, dan berbagai elemen lainnya. Semua harus dirangkul dengan baik,” tuturnya.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi partai untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif setelah hasil Pemilu 2024 belum sesuai harapan. Namun, upaya itu perlu dibarengi pembenahan organisasi, terutama menyusul mundurnya sejumlah pimpinan partai.
Haikal mengatakan evaluasi kepengurusan tengah dilakukan untuk mengisi posisi yang kosong. Ia optimistis pembenahan tersebut dapat segera diselesaikan agar partai kembali bergerak dengan semangat baru.
“Ini sedang kami evaluasi. Insya Allah, dalam waktu dekat seluruh kekosongan bisa terpenuhi dengan semangat baru,” katanya.
Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi menjadi wilayah prioritas dalam penguatan basis dukungan. Haikal menyebut struktur kepengurusan di kedua daerah menjadi salah satu modal untuk menggerakkan kembali mesin partai.
“Ya tentunya menjadi prioritas kita Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi, alhamdulillah struktur kepengurusan juga sudah lengkap,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Ummat Kota Bekasi, Firdaus, mengatakan posisi ketua sebelumnya kosong setelah yang bersangkutan berpindah tugas ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ia mengaku mendapat penugasan dari Ketua Harian untuk melakukan konsolidasi dan mengusulkan susunan kepengurusan baru sebelum ditetapkan melalui surat keputusan (SK) DPP.
Menurut Firdaus, proses administrasi tidak boleh menghentikan aktivitas partai di lapangan. Kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus tetap berjalan meski kepengurusan baru belum ditetapkan secara resmi.
“Saya berprinsip, ada atau tidak ada SK, kita harus tetap jalan. Kegiatan harus tetap berjalan, seperti panen raya ini,” ucapnya.
Ia menilai menunggu seluruh proses administrasi rampung justru berpotensi menghambat kerja organisasi. “Kalau menunggu SK, keburu busuk. Panen dulu, perkara nanti ada pengurus atau SK-nya belum ada, itu belakangan,” katanya. (pra)











