Berita Bekasi Nomor Satu

DPC PPP Kota Bekasi Dukung Keputusan DPP Nonaktifkan Waketum dan Sekjen

Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Nawal Husni, dan jajaran pengurus. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi menyatakan dukungan terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang menonaktifkan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum (Waketum) dan Taj Yasin dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Nawal Husni, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap aturan dan mekanisme organisasi.

“Kita di DPC Kota Bekasi mendukung keputusan tersebut. Sikap ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap aturan dan mekanisme organisasi,” kata Nawal, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, seluruh kader, termasuk jajaran pengurus, harus menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Sebab, tidak ada individu yang lebih besar daripada organisasi.

“Siapa pun, baik kader maupun pengurus, harus tunduk dan patuh terhadap keputusan serta menjalankan amanat organisasi,” tegasnya.

Nawal menjelaskan, dukungan DPC PPP Kota Bekasi bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut merujuk pada hasil konsolidasi organisasi di tingkat pusat, termasuk hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Makassar yang kemudian dibahas dan dikaji kembali dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III.

Atas dasar itu, DPC PPP Kota Bekasi mendukung langkah DPP dalam menindaklanjuti hasil Mukernas dan pembahasan di Rakornas III.

Ia menilai, setiap keputusan organisasi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi sekaligus menjaga soliditas partai di tengah dinamika internal.

“Kita akan terus mengikuti dinamika internal partai dengan mengacu pada mekanisme dan ketentuan resmi organisasi. Saya juga mengajak seluruh kader tetap fokus menjalankan tugas organisasi serta mempersiapkan agenda politik mendatang,” ujarnya.

Nawal menambahkan, soliditas internal menjadi modal penting bagi PPP dalam menghadapi berbagai tantangan politik, termasuk persiapan administratif dan elektoral menjelang pendaftaran partai politik sebagai peserta Pemilu mendatang.

“Soliditas harus terus diperkuat. Jangan sampai terganggu oleh dinamika yang terjadi. Seluruh kader harus tetap solid dan bekerja, khususnya dalam menghadapi tantangan elektoral dan administrasi menjelang pendaftaran peserta Pemilu mendatang,” pungkasnya. (pay)