RADARBEKASI.ID, BEKASI – Stroke merupakan salah satu penyakit serebrovaskular yang menjadi penyebab kematian ketiga tertinggi serta penyebab utama kecacatan di dunia. Salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke adalah gaya hidup dan kompilasi beberapa penyakit, misalnya tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Stroke termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular (PTM). Di Kota Bekasi, jumlah kasus PTM menunjukkan kecenderungan meningkat. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kader kesehatan memiliki peran strategis karena merupakan bagian dari masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan sasaran.
Kader berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan maupun tenaga kesehatan. Sebagai anggota masyarakat yang telah memperoleh pelatihan, kader diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan promotif dan preventif serta membantu tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Peran kader dapat ditingkatkan dengan pelaksanaan edukasi. Tim Dosen dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III telah berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri kader kesehatan dalam deteksi dini stroke melalui program Pengabdian Masyarakat. Program ini dilakukan dengan memanfaatkan video edukasi deteksi dini stroke.
Dalam video edukasi tersebut, memuat beberapa hal tenatng stroke. Mulai dari devinisi, faktor resiko, tanda geajla dan cara deteksi dini dengan mudah menggunakan singkatan SEGERA Ke RS.
Edukasi ini dilaksanakan pada 23 Oktober 2026 dan 30 Oktober 2026 dengan kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Jakarta III dengan Puskesmas Jatiwarna. Kegiatan ini dubuka oleh Kepala Puskesmas Jatiwarna, dr. Dedes Nurbayati, M.P.H.
Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 34 orang perwakilan kader dari beberapa Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Jatiwarna. Sebelum kegiatan dilakukan pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan efikasi diri kader kesehatan.
Pada 30 Oktober 2026 dilakukan kegiatan post test. Kader kesehatan diberikan beberapa soal terkait stroke dan kemampuan menjalankan peran kader. Hasil yang didaptkan yaitu, peningaktan pengetahuan dan peningkatan efikasi diri kader kesehatan dalam deteksi dini storke. Harapannya, edukasi ini dapat memberikan ilmu baru bagi kader kesehatan dalam deteksi dini stroke. (adv)











