RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kecelakaan pesawat tragis mengguncang kawasan Florida Selatan, Amerika Serikat (AS). Sebuah jet pribadi jenis Learjet 60 jatuh di area permukiman hingga menimbulkan ledakan besar dan meninggalkan lubang menyerupai kawah di lokasi kejadian. Sebanyak sembilan orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa mengerikan tersebut semakin menyita perhatian setelah rekaman detik-detik kecelakaan dan komunikasi terakhir pilot dengan petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) beredar ke publik.
Lokasi jatuhnya pesawat diketahui hanya berjarak beberapa mil dari Mar-a-Lago, kediaman resor Presiden AS Donald Trump.
Dilansir AFP, sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat tersebut menukik dengan posisi hampir vertikal sebelum menghantam permukaan tanah dengan kecepatan tinggi.
Benturan keras itu memicu kobaran api besar dan menghasilkan lubang menyerupai kawah di dekat jalan raya yang cukup ramai dilalui kendaraan.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, turut menyampaikan pernyataan terkait tragedi tersebut. Ia menyebut kecelakaan pesawat di Palm Beach County, Florida, sebagai peristiwa yang sangat memilukan.
“Kecelakaan pesawat hari ini di Palm Beach County, Florida, merupakan tragedi yang mengerikan,” ujar Sean Duffy dalam pernyataannya, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (3/11).
Duffy juga memastikan bahwa seluruh sembilan orang yang berada di dalam Learjet 60 tersebut meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, pesawat itu sebelumnya lepas landas dari Austin, Texas, dengan tujuan penerbangan ke Bahama. Namun, kecelakaan terjadi di sekitar Cresthaven, wilayah Palm Beach County yang berjarak kurang dari tujuh mil atau sekitar 11 kilometer dari Mar-a-Lago.
Jatuh dengan Keras hingga Meninggalkan Lubang Besar
Dampak kecelakaan Learjet 60 terlihat jelas dari kondisi lokasi jatuhnya pesawat. Benturan keras membuat permukaan aspal mengalami kerusakan parah hingga membentuk lubang besar menyerupai kawah.
Di sekitar lokasi, terlihat puing-puing pesawat yang hangus terbakar bercampur dengan serpihan beton yang berserakan.
Sejumlah rekaman yang diunggah ke media sosial memperlihatkan pesawat meluncur tajam ke arah tanah sebelum akhirnya menimbulkan bola api besar. Meski demikian, video-video tersebut belum seluruhnya mendapatkan verifikasi resmi.
Sementara itu, salah satu rekaman saksi mata yang dipublikasikan Reuters memperlihatkan kondisi lubang besar di jalan yang diduga terbentuk akibat benturan pesawat.
Reuters mengonfirmasi waktu dan lokasi pengambilan video melalui metadata berkas asli. Sejumlah bangunan, rambu jalan, papan nama tempat usaha, hingga pepohonan dalam rekaman juga sesuai dengan citra arsip kawasan tersebut.
Komisioner Palm Beach County, Joel Flores, mengatakan lokasi kecelakaan berada tidak jauh dari pintu masuk sebuah kompleks rumah mobil atau mobile home.
Akibat insiden tersebut, sekitar 600 penghuni kompleks harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu. Mereka kemudian dievakuasi menuju dua lokasi penampungan berbeda sebagai langkah antisipasi.
Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya jet pribadi tersebut masih belum diketahui. Federal Aviation Administration (FAA) bersama National Transportation Safety Board (NTSB) tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Komunikasi Terakhir Pilot Sebelum Pesawat Jatuh
Selain kondisi lokasi yang porak-poranda, perhatian publik juga tertuju pada rekaman komunikasi terakhir pilot Learjet 60 dengan petugas ATC.
Dalam rekaman tersebut, pilot sempat melaporkan adanya penumpukan es pada bagian pesawat yang disertai turbulensi. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi beberapa menit sebelum kecelakaan.
Seperti dilansir CNN dan The Palm Beach Post, Senin (2/11), komunikasi radio yang diperoleh melalui LiveATC.net menunjukkan pilot sempat menyampaikan kondisi cuaca dan gangguan yang dialami pesawat.
BACA JUGA: Redam Ketegangan, Jepang Ogah Labeli Tiongkok Ancaman
Saat itu, suhu udara di luar pesawat dilaporkan mencapai minus 47 derajat Celsius. Pilot menyebut terdapat pembentukan lapisan es tipis yang masih bisa ditangani, meskipun pesawat mengalami turbulensi tingkat sedang.
“Kami mengalami pembentukan es tipis yang masih dapat ditangani, dan turbulensi tingkat sedang,” lapor pilot kepada Miami Air Route Traffic Control Center.
Turbulensi tersebut disebut membuat pesawat mengalami guncangan hingga sekitar 700 kaki atau 213 meter.
Tidak lama berselang, pilot kembali menghubungi petugas ATC untuk melaporkan perkembangan kondisi pesawat. Setelah menyampaikan adanya presipitasi dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian, situasi berubah menjadi darurat.
Pilot kemudian menyampaikan bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian secara drastis.
“Kami mengalami penurunan 8.000 (kaki) — mayday, mayday — kami mengalami penurunan 10.000 kaki per menit,” kata pilot dalam komunikasi radio tersebut.
Kondisi pesawat dilaporkan semakin tidak terkendali. Pilot bahkan menyebut pesawat mengalami overspeed dengan laju penurunan ketinggian yang semakin ekstrem.
“Kami berada dalam kondisi overspeed dengan laju penurunan ketinggian 20.000 kaki per menit … Kami akan jatuh ke daratan,” ucapnya sebelum komunikasi terputus.
Identitas pilot yang menyampaikan panggilan darurat tersebut hingga kini belum diungkap kepada publik.
Data dari situs pemantau penerbangan ADS-B Exchange juga menunjukkan penurunan ketinggian pesawat yang sangat drastis. Learjet 60 itu tercatat kehilangan ketinggian sekitar 27.000 kaki atau 8.229 meter dalam waktu satu menit sebelum sinyal pelacakannya menghilang.
Laporan lain yang dikutip The Palm Beach Post menyebutkan pilot sempat melaporkan penurunan ketinggian hingga 22.000 kaki dan posisi pesawat yang miring sekitar 60 derajat. Dalam komunikasi tersebut, pilot juga menyampaikan bahwa mereka kehabisan waktu.
Sementara itu, New York Post melaporkan bahwa laju penurunan pesawat awalnya mencapai 10.000 kaki atau sekitar 3.048 meter per menit. Angka tersebut kemudian meningkat hingga 20.000 kaki atau sekitar 6.096 meter per menit.
Bahkan, data penerbangan menunjukkan penurunan ketinggian yang disebut mencapai 32.000 kaki atau sekitar 9.753 meter per menit sebelum pesawat jatuh.
Sempat Melintasi Area Badai Sebelum Kecelakaan
Faktor cuaca juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penyelidikan kecelakaan Learjet 60 di Florida tersebut.
Menurut laporan CNN, sejumlah badai sedang tersebar di kawasan sekitar lokasi kejadian ketika pesawat mengalami kecelakaan.
BACA JUGA: Cegah Perang Timur Tengah, Tiga Negara Ini Temui Iran
Jet pribadi itu diketahui sempat melintasi sel badai yang lebih kuat beberapa menit sebelum mengalami penurunan ketinggian secara ekstrem.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian apakah kondisi badai turut menjadi penyebab jatuhnya pesawat.
Pihak FAA dan NTSB masih mengumpulkan informasi serta melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan maut tersebut.
Tragedi ini pun menyisakan duka mendalam, terlebih sembilan orang dipastikan kehilangan nyawa dalam insiden jatuhnya jet pribadi di kawasan permukiman Florida Selatan tersebut. (mna)











