Berita Bekasi Nomor Satu

Dewan Jabar Rochadi Dorong Kesejahteraan Petani Bekasi

DAMPINGI: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi (kanan) mendampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, foto bersama di sela kegiatan reses bersama mitra air dan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabupaten Bekasi, Selasa (3/11). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pesatnya perkembangan kawasan industri di Kabupaten Bekasi tak boleh membuat sektor pertanian terpinggirkan. Kesejahteraan petani dan peningkatan produktivitas lahan harus tetap menjadi perhatian agar kemajuan daerah juga dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi, mendorong penguatan sektor pertanian melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pembangunan infrastruktur penunjang. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlangsungan pertanian di Kabupaten Bekasi, khususnya wilayah utara.

Pria yang akrab disapa Adi ini mengatakan, pihaknya terus berupaya mengakselerasi program bantuan alsintan bagi kelompok tani. Dalam kesempatan tersebut, bantuan yang disalurkan berupa tiga unit traktor TR4 dan satu unit combine harvester.

“Ini sebagai upaya melanjutkan agar kelompok tani bisa lebih produktif. Karena itu, saya berakselerasi mengajukan program alsintan untuk teman-teman kelompok tani,” ujarnya saat mendampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, dalam kegiatan reses bersama mitra air dan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabupaten Bekasi, Selasa (3/11).

Ia berharap, bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian di Kabupaten Bekasi, khususnya wilayah utara, masih menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat. Karena itu, kemajuan industri yang terus berkembang harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Semua ini tentunya untuk kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Bekasi, khususnya wilayah utara, sebagian besar masyarakat masih bergerak di sektor pertanian. Jadi, petani juga harus sejahtera. Meski industri semakin maju, sektor pertanian harus ikut maju dan produktivitasnya meningkat,” tegasnya.

Selain menyerahkan bantuan alsintan, Rochadi juga mendampingi Syaiful Huda meninjau pengerjaan turap di Saluran Sekunder (SS) Karang Getak. Pembangunan tersebut merupakan aspirasi Syaiful Huda pada 2026 dan saat ini progres pengerjaannya telah mencapai 93 persen.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi itu berharap, keberadaan turap dapat menunjang kelancaran distribusi air menuju area persawahan sehingga kebutuhan pengairan petani tetap terpenuhi, terutama ketika menghadapi musim kemarau panjang.

“Semoga air yang dialirkan bisa sampai ke sawah dan tidak terganggu ketika musim kemarau panjang. Harapannya, infrastruktur ini benar-benar memberikan manfaat bagi para petani,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rochadi juga mendampingi Syaiful Huda meninjau pembangunan tanggul Sungai Citarum di Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabangbungin. Sejak mendampingi reses pertama Syaiful Huda pada 2024, persoalan tanggul kritis menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan warga.

Aspirasi tersebut kemudian diakselerasi hingga akhirnya dapat direalisasikan pada 2025–2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp33 miliar. Pengerjaannya terbagi dalam beberapa segmen, mulai dari 75 meter hingga mencapai satu kilometer.

“Ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Semoga dengan adanya pembangunan tanggul tersebut, ke depan warga tidak lagi dihantui persoalan banjir,” tuturnya. (adv/pra)