RADARBEKASI.ID, BEKASI — Proyek pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, mulai memunculkan keluhan dari warga. Bukan soal pembangunan fasilitasnya, melainkan debu tebal yang membumbung dari material tanah urukan yang tercecer di jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Material tanah yang jatuh dari kendaraan pengangkut disebut memenuhi badan Jalan Pangkalan 5. Saat kendaraan melintas, debu beterbangan dan mengurangi jarak pandang pengendara, sekaligus berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar.
Agung, warga setempat, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan sejak aktivitas pengurukan lahan proyek PSEL yang berada di dekat Polder Air Ciketing Udik berlangsung.
“Kami tidak mempermasalahkan pembangunan PSEL. Yang kami minta, pihak pelaksana proyek segera membersihkan material tanah yang berserakan di jalan akibat jatuh dari truk pengangkut,” ujar Agung, Kamis (25/6).
Menurutnya, selain membersihkan jalan, pihak proyek juga perlu melakukan penyiraman secara berkala untuk menekan polusi debu dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Ia menegaskan warga mendukung pembangunan PSEL sebagai bagian dari upaya modernisasi pengelolaan sampah yang nantinya menghasilkan energi listrik. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan komitmen menjaga kebersihan lingkungan selama proses konstruksi berlangsung.
“Jangan sampai warga yang menjadi korban dari proyek ini. Kalau tidak ada tindakan dari pihak proyek, lurah dan camat harus turun tangan untuk mencari solusi,” tegasnya.
Warga berharap pengelola proyek segera mengambil langkah cepat agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi. (pay)











