RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perumda Tirta Bhagasasi (TB) Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan 20 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Bantuan ini merupakan bagian dari kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mencegah krisis air bersih di wilayah terdampak musim kemarau.
Kasubag Humas Perumda Tirta Bhagasasi, Hasan Basri, mengatakan bantuan pada hari ini didistribusikan menggunakan empat truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
“Khusus hari ini kami menyalurkan empat mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk warga di Desa Ridogalih dan Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah,” ujarnya.
BACA JUGA: Perumda Tirta Bhagasasi Susun SOTK, Pengisian Jabatan Berdasarkan Kompetensi
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi. BPBD dan PMI mengerahkan armada truk tangki, sedangkan Perumda Tirta Bhagasasi memasok air bersih dari kantor cabang pelayanan terdekat.
Selain Desa Ridogalih dan Ridomanah, bantuan juga disalurkan ke Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru. Sejumlah wilayah tersebut mengalami kekeringan akibat sumber air yang mengering sejak sekitar satu bulan terakhir. Kondisi diperparah dengan belum tersedianya sumber air alternatif dan belum seluruh permukiman terlayani jaringan perpipaan.
Hasan memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan berdasarkan permintaan masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa, kecamatan, BPBD, maupun PMI.
“Kerja sama ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat. Kami siap membantu BPBD maupun PMI karena memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi Salurkan Air Bersih Gratis ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengimbau warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melapor melalui pemerintah desa atau kecamatan setempat. Laporan tersebut akan diteruskan kepada BPBD untuk segera ditindaklanjuti.
“Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan agar dapat diteruskan kepada kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Desa Ridogalih, Ahmad Sapruddin, mengatakan kekeringan melanda Dusun II dan Dusun III. Kondisi paling parah terjadi di Dusun III karena berada di ujung jaringan perpipaan Perumda Tirta Bhagasasi.
“Warga terdampak mencapai 670 kepala keluarga yang tersebar di dua dusun. Bantuan air bersih ini sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sarana ibadah,” katanya.
Ia mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah yang segera menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih dari warga.
Salah seorang warga Desa Ridogalih, Winda, mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah bantuan air bersih ini sangat bermanfaat untuk memasak, mencuci, mandi, hingga kebutuhan minum keluarga,” ujarnya.
Winda berharap pemerintah daerah menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan yang hampir setiap tahun terjadi di wilayahnya dapat teratasi.
“Harapannya ke depan ada solusi agar aliran air lancar dan warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Semoga Pemkab Bekasi atau Perumda Tirta Bhagasasi bisa memperluas jaringan pipa ke wilayah kami,” pungkasnya. (and)











