RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menyusutnya debit air Kali Bekasi akibat musim kemarau menghadirkan pemandangan yang tak biasa. Dasar sungai yang mulai terlihat dimanfaatkan warga untuk berburu ikan dengan berjalan kaki menyusuri aliran sungai sambil menebar jala.
Aktivitas itu terlihat di kawasan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (21/7).
Sejak pagi hingga sore, sejumlah warga turun ke dasar sungai untuk mencari ikan mujair yang masih bertahan hidup di sela-sela bebatuan.
Salah seorang pencari ikan, Santoso, mengatakan debit air Kali Bekasi mulai menyusut sekitar tiga pekan terakhir.
Kondisi tersebut justru memudahkan warga mendapatkan ikan karena banyak yang berkumpul di genangan air dan celah bebatuan.
“Sudah sekitar tiga minggu kering seperti ini. Kondisi kali yang surut membuat warga ramai mencari ikan,” ujarnya.
Berbeda dengan memancing, warga memilih menggunakan jala. Mereka berjalan kaki menyusuri dasar sungai lalu melempar jala ke titik-titik yang diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya ikan.
“Kami tidak mancing. Carinya pakai jala, jalan kaki menyusuri sungai, lalu dilempar ke lokasi yang ada ikannya,” katanya.
Menurut Santoso, surutnya air membuat ikan lebih mudah ditemukan karena banyak bersembunyi di sela-sela batu yang sebelumnya terendam.
“Karena airnya surut, ikan juga bisa didapat di sela batu,” ucapnya.
Meski menemukan sejumlah ikan mati, terutama jenis sapu-sapu, Santoso menyebut ikan mujair masih cukup banyak ditemukan.
Hasil tangkapan itu sebagian dikonsumsi bersama keluarga, sementara sisanya dijual kepada warga sekitar.
“Kalau dapat banyak ya dijual, kalau sedikit kami makan sendiri,” katanya.
Ia menduga penyusutan debit Kali Bekasi dipicu minimnya curah hujan, baik di wilayah Bekasi maupun di daerah hulu sungai di Bogor.
“Ini memang surut karena sudah lama tidak hujan. Mungkin di Bogor sebagai hulunya juga tidak turun hujan,” tuturnya.
Di balik fenomena yang dimanfaatkan warga untuk mencari ikan, kondisi surutnya Kali Bekasi juga menjadi pengingat akan ancaman musim kemarau yang mulai dirasakan. (rez)











