RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga tumpah ruah memadati Lapangan Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (26/7) malam. Kehadiran warga dari berbagai usia itu bertujuan menyaksikan Festival Film Layar Tancap yang digelar Komunitas Persatuan Film Bekasi.
Di tengah gempuran era digitalisasi dan maraknya platform streaming modern, hiburan tradisional layar tancap kini kian tergerus dan semakin jarang ditemui.
Namun, malam itu suasana nostalgia begitu terasa saat sebanyak 14 layar tancap dibentangkan secara serentak di area terbuka. Warga tampak antusias menikmati pemutaran belasan film Indonesia secara gratis sambil duduk lesehan di lapangan.
Kehadiran hiburan rakyat ini menyedot perhatian warga yang merindukan suasana kebersamaan. Terlebih, film-film yang diputar merupakan perpaduan film jadul hingga kekinian, seperti Angling Darma, film-film Suzzanna, Warkop DKI, hingga film Hollywood Fast & Furious.
Seorang warga Tambun Selatan, Suhendra (58), mengungkapkan kehadiran layar tancap ini mengingatkannya pada masa lalu ketika ia kerap memburu tontonan tersebut. Menurutnya, dahulu layar tancap sering digelar di wilayah Tambun hingga Setu. Namun, setelah puluhan tahun berlalu, ia baru kembali menemukannya.
“Sudah lama sekali tidak merasakan suasana seperti ini. Sekarang kan anak-anak sibuk main HP atau nonton YouTube sendiri-sendiri. Kalau di layar tancap begini seru, bisa nonton ramai-ramai bareng tetangga dan keluarga. Berasa nostalgia masa lalu,” kata Suhendra (45).
Sementara itu, perwakilan Komunitas Persatuan Film Bekasi, Supriyadi, mengatakan festival ini digelar tidak hanya sebagai sarana hiburan rakyat, tetapi juga memiliki misi budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Kita melestarikan film di layar tancap ini biar anak-anak muda mengetahui seni budaya,” terang Supriyadi.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut juga dibarengi dengan aksi sosial serta ajang konsolidasi para pelaku seni perfilman untuk memperkuat tali silaturahmi.
“Acaranya kita bikin acara santunan, nah terus di samping itu kita bersilaturahmi dengan rekan-rekan sesama perfilman Indonesia,” tambahnya.
Melalui pagelaran ini, pihaknya berharap minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap karya sinema Tanah Air tetap terjaga tanpa melupakan sejarah hiburan rakyat yang pernah mendominasi Nusantara.
“Harapan ke depannya biar perfilman Indonesia tetap maju, biar di anak muda biar tahu, biar perfilman kita tetap dikenang sampai nanti biar anak muda tahu. Biarpun era digital, tapi tetap kita jalankan perfilman Indonesia,” pungkasnya. (ris)











