RADARBEKASI.ID,BEKASI- Mundurnya jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat benar-benar berimbas ke daerah. Sejumlah pengurus di daerah dikabarkan juga bakal meninggalkan partai dengan logo perisai tauhid ini.
Bahkan Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat, Daris, blak-blakan kemungkinan lompat ke Partai Rakyat Indonesia (PRI) yang di nakhodai oleh Muhammad Nazaruddin.
Hal itu terjadi setelah Daris dipanggil langsung Nazaruddin untuk berbincang perihal agenda partai ke depan dan menawarkan mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi itu bergabung.
“Saya kayaknya akan pindah lagi partainya ke Partai Rakyat Indonesia (PRI), besutan Nazaruddin. Tapi baru kayaknya,” ujar Daris, kepada Radar Bekasi, Kamis (3/9/26).
Beberapa bulan lalu, Ketua Umum PRI mengundangnya ke DPP. Dalam obrolan tersebut, ia ditawarkan untuk menjadi bagian dari partai yang dideklarasikan pada 8 Agustus 2025 itu.
“Kan saya Ketua DPW Jawa Barat, tentunya punya komunikasi dengan DPW-DPW se Indonesia, makanya saya diperlukan untuk komunikasi dengan teman-teman DPW se Indonesia. Saya ditawarkan pindah ke DPP PRI,” katanya.
Sayangnya, Daris, masih enggan berkomentar lebih jauh mengenai kepastian ia berlabuh ke PRI. “Ya nanti saja kalau sudah dilantik, baru saya bicara tentang PRI,” ucapnya.
Berbicara Partai Ummat, dirinya mengatakan, komposisi kepengurusan DPW Jawa Barat kemungkinan besar akan dilakukan pergantian. Misalkan tidak dilakukan pergantian, dirinya juga menegaskan akan mundur dari partai, mengingat adanya gejolak di internal. Situasi ini terjadi setelah mundurnya Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi.
“Kalau enggak diganti saya mundur. Karena kayaknya di Partai Ummat ini agak kurang sreg. Kan kalau Partai Ummat didirikan marwahnya partai Islam. Kalau mau dimoderasi semacam nasionalis, apa bedanya dengan partai lain, kehilangan marwah partai islamnya,”pungkasnya menggambarkan gejolak di internal saat ini.(pra)











