Metropolis

Ramai-Ramai Jual Emas

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Pandemi Covid-19 benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Ada yang kehilangan pekerjaan, hingga usaha mereka tutup karena menurunnya daya beli.

Ditengah himpitan ekonomi, sejumlah warga terpaksa menjual harta benda, perhiasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga kebutuhan sekolah anak.

Kondisi ini juga terjadi di wilayah Kota Bekasi. Di sejumlah toko perhiasan di Jalan Ir H Juanda, serta Pasar Baru Bekasi Timur misalnya, banyak warga yang menjual perhiasan ketimbang membeli selama Pandemi Covid-19. Terlebih selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Salah satu warga yang menjual perhiasannya, Sarah (42) mengaku, terpaksa menjual karena tidak ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sejak sebulan terakhir. Pasalnya sang suami diliburkan dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Ya selama suami saya libur dan tidak ada pendapatan. Ada emas, tabungan saya. Saya jual untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan saya dan keluarga,” kata Sarah ketika ditemui di salah satu toko perhiasan, Minggu (1/8).

Ia berharap, Pandemi cepat berakhir, suaminya bisa kembali bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuh keluarga.

“Saya berharap dan berdoa agar keadaan seperti ini segera berakhir. Agar kita semua bisa hidup normal tanpa ada penyakit,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Penanggung Jawab Toko Perhiasan di Pasar Baru Bekasi, Koh Liem menyampaikan, selama Pandemi Covid-19 ini lebih banyak yang menjual emas ketimbang membeli.

Apalagi, adanya pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat dan momentum tahun ajaran baru, sehingga kebutuhan meningkat namun pemasukan terbatas.

“Kebanyak sekarang ini yang jual dari pada yang beli. Kalau saya tanya kebanyakan dari yang jual untuk biaya anaknya masuk sekolah dan untuk membeli kebutuhan keluarga gitu,” kata Lim saat berbincang usai melayani warga yang menjual perhiasan.

Lanjutnya, kebanyak yang menjual untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dikarenakan keuangan keluarga berkurang selama Pandemi Covid-19 sehingga yang mudah dijual adalah emas.

“Buat mereka yang punya emas pasti akan menjual karena cepat prosesnya. Dibanding menjual barang lainnya,” ucapnya.

Diakuinya, ketika kondisi normal sebelum Pandemi, ia justru bisa menjual perhiasan kepada pelanggan 75 hingga 80 persen perhari dari 300an pengunjung. Namun kondisi saat ini justru sebaliknya. Ia lebih banyak membeli dari pelanggan.

“Pastinya kita berpengaruh juga pendapat kita. Sepi pembeli dan banyak yang jual,” ucapnya.

Namun diakuinya penanganan Covid-19 terus dilakukan dengan berbagai upaya, ia berharap upaya pemerintah dan kesadaran masyarakat bisa menekan kasus Covid-19.

“Kita juga disini mengikuti aturan dari Pemerintah. Saya harap cepat berakhir kondisi Covid-19 ini,” tukasnya. (pay)

Related Articles

Back to top button