Bekasi

16 Ribu Siswa SD di Kota Bekasi Bisa Divaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati.

BEKASI SELATAN – Sebanyak 16.293 siswa Sekolah Dasar (SD) berusia 12 tahun di Kota Bekasi menjadi sasaran vaksinasi. Kota Bekasi sampai dengan saat ini sudah menyuntikkan 1.854.659 dosis vaksin, 58,63 persen diantaranya dosis pertama, 32,84 persen dosis kedua, serta 75,36 persen booster atau dosis 3 untuk Tenaga Kesehatan (Nakes).

Rencana vaksinasi kepada siswa kelas 6 SD ini dilakukan di sekolah bersama dengan Puskesmas setempat.. Selain siswa SD, vaksinasi kepada siswa SMP dan SMA/K yang belum divaksin juga akan dilaksanakan bersamaan.

“Vaksinasi pelajar sudah dilaksanakan, baik itu di level SMP, SMA, SMK, dan sekarang kita akan ke sasaran SD kelas 6,” kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati.

Masih ada 500 ribu dosis vaksin berbagai jenis yang dimiliki oleh Kota Bekasi, vaksinasi kepada siswa SD ini rencananya menggunakan vaksin Pfizer, Sinovac, atau AstraZeneca. Selain belasan ribu siswa tersebut, vaksinasi juga menyasar siswa di tingkat menengah pertama hingga atas yang belum divaksin.

Sedangkan untuk vaksin booster kepada Nakes, diakui ada beberapa Nakes yang belum menerima lantaran pernah terkonfirmasi, sehingga tidak bisa divaksin sebelum tiga bulan sejak dinyatakan sembuh. Sebanyak 500 ribu dosis vaksin yang tersedia ini diharapkan bisa habis sampai akhir bulan September ini.

“Kota berharap seperti itu, tinggal bagaimana masyarakat Kota Bekasi apakah semuanya sudah sama-sama memiliki kesadaran untuk melakukan vaksinasi, atau masih ada kelompok yang tidak mau,” tambahnya.

Ia menghimbau kepada orang tua siswa maupun masyarakat lain untuk tidak ada rasa ragu terhadap manfaat vaksin. Diyakinkan bahwa gejala yang dialami pada pasien terkonfirmasi Covid-19 dan telah menerima vaksin akan meminimalisir resiko dan gejala.

“Saya juga berharap sebagai kepala dinas kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi. Karena bagaimanapun kalau sudah divaksinasi, gejala yang dialami akan ringan-ringan saja,” tukasnya. (adv/humas)

Related Articles

Back to top button