Cikarang

Pedagang Pasar Baru Cikarang Minta Audensi dengan Pj Bupati

GELAR DAGANGAN: Sejumlah pedagang menggelar dagangannya di pasar tumpah, di Jalan RE Martadinata, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. PRA/RADARBEKASI.ID

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Baru Cikarang, meminta waktu untuk melakukan audensi dengan Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban PKL Pasar Baru Cikarang, Abun Nurhasan, setelah adanya pernyataan dari Pj bupati, yang berencana akan melakukan penutupan pasar tumpah, di Jalan RE Martadinata, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara.

“Kami ingin memperkenalkan diri sebagai PKL, sekaligus meminta waktu untuk audensi bersama Pj bupati,” ujar Abun kepada Radar Bekasi, Kamis (23/9).

Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa adanya para PKL, bisa dibilang menjadi biang kemacetan. Namun, para pedagang punya konsep yang bisa bekerjasama dengan pemerintah, bagaimana caranya PKL ini, bisa tertib. Bahkam mungkin bisa juga menjadi objek wisata yang bagus.

“Kami punya konsep yang Insya Allah, bisa bekerjasama dengan pemerintah, bagaimana caranya, PKL ini lebih tertib. Tolong kasih waktu buat para pedagang, untuk menyampaikan itu,” harapnya.

Dia menilai, PKL ini adalah aset pemerintah, karena di tengah pandemi Covid-19, para pedagang menjadi garda terdepan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
“Berbicara garda terdepan, bukan cuma rumah sakit. Saya pikir pedagang garda terdepan juga, yang siap mati untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Kemudian, bicara tentang lapangan pekerjaan, banyak anak-anak muda yang putus sekolah, bertato, dan terkesan sampah masyarakat, sekarang banyak yang dagang mencari rezeki yang halal di pasar. Tentunya, pasar juga menjadi salah satu lapangan pekerjaan. “Pasar ini salah satu lapangan pekerjaan yang luar biasa,” tutur Abun.

Sebelumnya, Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, berencana akan menutup pasar tumpah yang berada di Jalan RE Martadinata, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Sentra Grosir Cikarang (SGC).

Hal itu dilakukan, setelah terjadi bentrokan antara anggota Ormas Pemuda Pancasila dan Karang Taruna Cikarang Kota, Jumat (17/9) malam. Bentrokan tersebut, dipicu karena perebutan lahan pasar tumpah.

“Kalau memang bentrokan itu karena perebutan lahan, sebaiknya ditutup saja, jangan lagi dipakai buat lahan pedagang. Jadi, untuk lalulintas saja,” tegas Dani usai menghadiri Grand Opening Warung NKRI di Amazone World Jababeka, Rabu (22/9). (pra)

Related Articles

Back to top button