Cikarang

Mobil Pengangkut Penderita Stroke Terjebak Macet Aksi Buruh

RADARBEKASI.ID, CIKARANG SELATAN – Seorang warga penderita stroke yang akan dibawa ke rumah sakit, terjebak macet, di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/11).

Kemacetan tersebut, karena adanya aksi unjuk rasa para buruh, yang menuntut kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2022.

Menurut keterangan sopir mobil pembawa orang sakit tersebut, Fuji, dirinya mau membawa orang tua nya menuju ke rumah sakit Siloam Hospital Lippo Cikarang. Namun, kendaraan yang dikemudikannya terjebak macet hingga berjam-jam, akibat unjuk rasa buruh di wilayah Kecamatan Cikarang Selatan.

“Saya bawa Bapak dari rumah sakit Karya Medika Tambun, mau ke rumah sakit Siloam, sudah hampir dua jam diperjalanan, namun tidak sampai-sampai,” tuturnya dengan lemas.

Dia mengaku, mulai terjebak kemacetan sejak keluar dari rumah sakit Karya Medika II, di Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, hingga melewati Jalan Cikarang-Cibarusah. Kata Fuji, biasanya jarak antara kedua rumah sakit bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

“Biasanya, kalau nggak macet begini, bisa cuma 30 menit sampai 1 jam  sudah sampai,” bebernya.

Fuji juga menyayangkan tidak adanya petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas, sehingga terjadi kemacetan panjang.

“Kalau pakai ambulan, nunggunya lama, makanya saya pakai mobil pribadi. Ini juga ada keluarga yang duluan pakai motor bawa berkasnya biar cepat. Begitu sampai di rumah sakit, bisa langsung ditangani,” harapnya.

 

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, mengklaim kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh para buruh, berjalan dengan tertib dan aman. Kata dia, masa buruh datang dari berbagai titik kumpul, dengan melewati rute yang sudah dipersiapkan.

“Kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh para buruh, berjalan dengan tertib dan aman. Sebelum aksi, kami sudah melakukan rapat dengan seluruh stakeholder dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, TNI, dan perwakilan buruh, untuk membuat satu rute dari masing-masing titik kumpul,” terang Hendra.

Untuk diketahui, dalam aksi yang menuntut kenaikan UMK ini, para buruh yang terdiri dari 20 federasi serikat, sempat membuat lumpuh arus lalu lintas sejumlah titik di Kabupaten Bekasi.

Aksi yang dimulai dari pagi hari, sempat menimbulkan kemacetan yang sangat parah. Pasalnya, para buruh berkeliling secara bergerombol, sampai akhirnya berkumpul di kantor Pemkab Bekasi. (pra)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button