Ternoda Aksi Joget Paskibraka

ISTIMEWA/RADAR BEKASI TAK TERPUJI : Potongan video aksi tak terpuji anggota Paskibraka Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi. Mereka berjoget di tengah lapangan saat Upacara HUT RI ke 77 tahun, kemarin.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peringatan hari kemerdekan Indonesia yang ke 77 tahun di Kabupaten Bekasi, dinodai dengan aksi tak tak terpuji Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Cabang Bungin. Acara yang seharusnya berlangsung khidmat, justru menuai kecaman dari masyarakat Bekasi dan warga net.

Ya, viral di media sosial (Medsos) video beberapa anggota Paskibraka bergoyang berjoget tepat dibawah tiang bendera. Dalam video tersebut, tampak para anggota pasukan pengibar bendera yang terdiri dari remaja laki-laki dan perempuan beramai-ramai berjoget masih dengan seragam lengkap.


Salah satu perempuan yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera bahkan sampai berjoget dengan posisi menungging. Ia menjadi tumpuan bagi kaki para anggota lain yang sedang berjoget.

Bukan hanya itu saja, mereka bahkan berjoget di depan para tamu VIP yang berada di panggung.Para peserta upacara yang telah berbaris rapi di tengah lapangan pun menjadi saksi dari aksi yang dirasa kurang beretika ini.


Pada video ini, tampak bendera merah putih yang telah berkibar di tiang. Setelah sempat berjoget-joget, para anggota pasukan pengibar bendera tersebut kemudian tampak membubarkan diri dan berjalan ke arah panggung.

Aksi dari para anggota pasukan pengibar bendera ini pun langsung mendapatkan kecaman dari warganet. Diketahui, siswa tersebut berasal dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Cabang Bungin.

Kapolsek Cabang Bungin, AKP Rabiin, aksi yang dilakukan oleh pasukan Paskibraka merupakan bentuk spontanitas, karena keberhasilan mereka berhasil mengibarkan bendera merah putih. “Supaya nggak bias. Ini spontanitas, karena merasa bahagia, senang, keberhasilan kenaikan bendera, tidak ada unsur kesengajaan atau niat yang jelek,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (17/8/2022).

Rabiin yang sebelumnya menjabat sebagai Paur 6 Bagopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya memastikan, pada tahun ini yang ditugaskan untuk melatih Paskibraka pihak dari koramil, karena tahun sebelumnya pihak kepolisian. Namun demikian dirinya menegaskan, pihak kepolisian tetap membantu, sesama unsur Muspika di Kecamatan Cabang Bungin.

“Ini semua tugasnya Muspika, mangkanya kami ikut membantu, karena yang namanya Muspika ikut membantu. Tahun ini jatahnya koramil yang mengajar anak-anak Paskibraka,” ucapnya.

Usai kejadian tersebut Rabiin mengaku bersama pihak koramil langsung memberikan teguran kepada pihak yang bersangkutan, dengan memanggilnya. Termasuk guru dari sekolah MAN 3 Cabang Bungin, karena anak-anak yang bergoyang tik-tok dari sekolah tersebut. “Kami sudah menegur pihak yang bersangkutan, saya ingatkan ini tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak Muspika Cabang Bungin memberikan sanksi kepada sekolah yang bersangkutan. “Atas kejadian ini, kami (Muspika) memberikan sanksi terhadap sekolah MAN 03 Cabang Bungin. Mereka tidak akan diikutkan lagi dalam kegiatan paskibraka,” tukasnya.

Sementara itu, Pelatih pasukan Paskibraka Kecamatan Cabang Bungin, Aji, meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan Muspika Kecamatan Cabang Bungin atas hal yang terjadi. Dirinya mengakui, bahwa itu merupakan kesalahan dari anggota Paskibraka. Hanya saja dirinya memastikan, kejadian itu diluar dugaan para pelatih Paskibraka.

“Apa yang terjadi diluar dugaan kami, itu merupakan ekspresi yang berlebihan dari siswa kami. Pada saat latihan, ekspresi tersebut tidak berlebihan, maka kita anggap aman untuk ditampilkan,” jelasnya.

Mengenai mereka (anggota paskibraka) yang bergoyang dengan mengenakan pakaian lengkap paskibraka, dia mengaku karena panitia tidak memberikan waktu yang cukup untuk para anggota paskibraka berganti custom sekaligus menyiapkan properti yang seharusnya digunakan. Mungkin dia menilai, apabila diberikan waktu yang cukup, kejadian seperti itu tidak akan ada.

“Mungkin lain cerita ketika kita menggunakan properti yang harusnya kita tampilkan, karena pada saat gladi dan latihan kita menggunakan properti dan kostum yang harus kita tampilkan. Bukan menggunakan pakaian paskibraka,” katanya.

Sementara itu, pihak kecamatan enggan memberikan penjelasan perihal kejadian itu. Pasalnya, Camat Cabang Bungin, Asep Buchori, tidak merespon saat ditelpon. Walaupun nomor teleponnya aktif.(pra)