Berita Bekasi Nomor Satu

Hidupkan Ekonomi dengan PENA

PROGRAM: Pejabat Kemensos saat meninjau keberlangsungan program PENA yang berlangsung di aula Rusun Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum lama ini.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) memberikan pelatihan menjahit kepada penghuni Rumah Susun (Rusun) Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, belum lama ini.

Sebagai catatan, PENA merupakan kegiatan membangun jiwa kewirausahaan, meningkatkan kemampuan berwirausaha keluarga miskin, kelompok rentan, orang tidak mampu dan orang yang mengalami risiko sosial serta memberikan fasilitas penguatan produksi untuk menunjang usaha yang dikembangkan.

Mereka yang mendapatkan program ini dinamakan keluarga penerima manfaat (KPM). Salah satu pelatih menjahit, Wiwit Manfaati menceritakan dirinya sangat senang dapat terlibat dengan PENA. Sebab, para peserta sangat antusias mengikuti setiap arahan dari dirinya.

“Saya senang melihat semangat mereka. Walaupun latar belakang dan kemampuannya bermacam-macam, semua semangat ikut pelatihan menjahit,” kata Wiwit, belum lama ini(5/1).

Wiwit juga menjelaskan, dirinya mengajarkan bagaimana cara membuat pouch. Nantinya, hasil dari penjualan pouch dapat dinikmati sendiri oleh peserta.

“Pouch ini kalau dijual hasilnya sangat menguntungkan. Misalnya, modal tidak sampai Rp50.000 tapi bisa dijual sampai Rp 150.000. Tapi jahitannya harus rapi ya, kalau tidak rapi ya nilai jualnya rendah,” ujar Wiwit.

Selain itu, salah satu peserta lainya bernama Andri mengatakan, dirinya tidak terlalu sulit mengikuti pelatihan menjahit tersebut. Sebab, dirinya sebelumnya pernah bekerja di sebuah konveksi.

“Saya kan dulu pernah kerja dikonveksi, bikin jas, jadi ini enggak begitu sulit. Tetapi memang belum pernah membuat pouch, jadi ini tantangan dan pengetahuan baru,” ujarnya.

Pria kelahiran Sulawesi Tengah itu mengaku senang dengan pelatihan yang diberikan PENA. Nantinya, dia berencana membuka usaha jahit di kampung halamannya.

“Saya ingin pulang ke Birobuli, Sulawesi Tengah. Di sana saya ingin memulai usaha menjahit. Doakan ya semoga bisa sukses,” pungkasnya. (rez)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin