Berita UtamaPendidikan

ANBK ke Dua Lebih Siap

Ilustrasi: Pelaksanaan ANBK yang diselenggarakan oleh SDN Jatiasih IV Kota Bekasi, nampak siswa kelas 5 yang sedang mengikuti pelaksanaanya. (Istimewa/Radar Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah Dasar (SD) dinilai lebih siap dalam mengikuti simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang dilaksanakan kedua kalinya, mulai dari sarana dan prasarana hingga kesiapan siswa.

Kepala Sekolah SDN Jatiasih X Kota Bekasi Sadiah menjelaskan, simulasi yang dilakukan 2 kali ini membuat sekolah lebih matang untuk mempersiapkan siswa dan juga sarana prasarana nya.

“Betul sekali umumnya hanya dilakukan 1 kali semua nya, tapi untuk SD ini persiapannya lebih matang. Kami sih bersyukur simulasi ini dilakukan 2 kali jadi lebih siap semuanya” ujarnya kepada Radar Bekasi Senin, (18/10).

Diketahui pelaksanaan simulasi pertama sendiri sudah dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus sampai dengan 2 September 2021. Menurutnya dari pelaksanaan simulasi ini masih banyak yang harus dibenahi.

“Karena SD pelaksanannya baru pertama kali, mungkin agak kegok juga. Jadi saat simulasi kedua ini lebih siap semuanya dari sarana maupun siswanya” tuturnya.

Kemudian untuk pelaksanaan simulasi kedua ini, ada perbedaan nama siswa. Sehingga beberapa nama siswa yang ada pada saat simulasi pertama, pada simulasi kedua ini nama siswa tidak ada.   “Jadi ada beberapa siswa yang memang saat simulasi pertama ada namanya, nah saat simulasi kedua ini gak ada” ucapnya.

Daftar Nominasi Tetap (DNT) yang menentukan nama siswa saat Pelaksanaan ANBK sendiri ditentukan langsung, oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).   “Kita kan hanya menjalankan tugas saja, gak banyak juga sih siswa yang gak ada namanya saat simulasi kedua ini. Mungkin saat gladi resik nama siswa nya udah tetap untuk pelaksanaan ANBK sesungguhnya” jelasnya.

Senada Disampaikan Operator sekolah SDN Jatiasih IV Kota Bekasi Surya. Dia mengaku ada pergantian nama siswa saat simulasi kedua yang saat ini dilaksanakan.   “Iya ada perubahan nama, mungkin dilakukan sample dulu kali ya saat simulasi pertama kemarin. Baru saat gladi resik namanya sudah ditetapkan untuk pelaksanaan ANBK nanti” terangnya.

Pelaksanaan simulasi kedua ini sendiri dilaksanakan pada tanggal 18-22 Oktober 2021, pihaknya mengaku tidak banyak nama siswa yang berubah hanya ada 5 siswa yang tidak ada saat simulasi kedua ini.  “Gak banyak cuman ada 5, jadi mungkin biar siswa merasakan semua sepertinya” ucapnya.

Pelaksanaan ANBK di tingkat SD sendiri, diikuti oleh siswa kelas V. Dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa. Rincinya, 30 siswa inti dan 5 siswa cadangan. “Simulasi pertama siswa kelihatan lebih gugup, ngerjainnya juga cepet-cepet banget. Tapi simulasi kedua ini siswa lebih santai dan dapat mengerjakan soal sampai selesai dengan baik” tuturnya.

Selain itu sarana dan juga prasarana yang saat ini cukup mendukung, membuat sekolah lebih siap menghadapi pelaksanaan ANBK yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15-18 November 2021 untuk gelombang pertama dan kedua, dan di tanggal 22-26 November 2021 untuk gelombang ketiga dan keempat. (Dew)

Related Articles

Back to top button