Bekasi

Investasi di Bekasi Masih Stabil

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Realisasi investasi sampai dengan triwulan kedua di Kota Bekasi tetap berjalan, meskipun tidak signifikan seperti dalam kondisi normal. Persentase realisasi investasi hingga saat ini tercatat 39,70 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp 12,6 triliun. Dari angka tersebut serapan tenaga kerja tercatat 1.656 selama dua triwulan ini.

Meskipun situasi pandemi terjadi pada triwulan kedua kemarin, Kota Bekasi berada di posisi kedua capaian realisasi investasi di provinsi Jawa Barat. Angka capaian realisasi investasi meningkat dari triwulan pertama sebesar Rp 2,2 triliun menjadi Rp 2,7 triliun.

“Pada dasarnya sih ya walaupun pandemi investasi tetap berjalan dan meningkat, walaupun presentasenya tidak signifikan,” terang Kabid pengendalian pelaksanaan penanaman modal pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sulastri saat dijumpai Radar Bekasi, Rabu (5/8).

Berdasarkan data hasil realisasi investasi hingga pertengahan tahun ini, situasi pandemi disebut tidak berpengaruh terhadap realisasi investasi. Bahkan data yang dimiliki menunjukkan peningkatan dari realisasi pada tri wulan pertama.

Lima besar investasi yang diminati oleh investor diantaranya transportasi, gudang, dan komunikasi, kontruksi, listrik, gas dan air, perumahan, kawasan industri, dan kawasan perkantoran, terakhir industri karet dan plastik.

Untuk mendongkrak realisasi investasi, pihaknya mendorong perusahaan atau investor untuk membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sehingga nilai investasi yang dilakukan perusahaan tercatat dalam realisasi investasi.

“Jadi tugas kita itu, mendongkrak supaya perusahaan-perusahaan itu untuk membuat laporan, sehingga tercatat sebagai realisasi investasi,” tukasnya.

Sementata itu, Kabid Penanaman Modal, Asti Riswiwayanti mengatakan bahwa progres pembangunan yang mendorong investasi di Kota Bekasi masih berjalan meskipun dalam situasi pandemi. Hal ini didukung oleh letak Kota Bekasi secara geografis berdekatan dengan ibu kota Jakarta.”Jadi sebenarnya meskipun dalam kondisi begini tetap berjalan, cuma tidak bisa sesignifikan kemarin targetnya,” ungkapnya.

Sebagai penghubung, Kota Bekasi dinilai memiliki keuntungan pada sektor transportasi, sehingga mendorong pembangunan infrastruktur tetap berjalan. Saat ini sisa target realisasi PMA dan PMDN Kota Bekasi tercatat Rp7,6 triliun.

Realisasi investasi hingga pertengahan tahun ini disebut lebih baik dibandingkan tahun 2019 lalu, dengan target sebesar Rp 11 triliun, hingga bulan Oktober tahun lalu baru terealisasi sebesar Rp 5 triliun, dengan capaian target pada akhir tahun sebesar Rp 7,8 triliun.

Data yang dihimpun oleh Radar Bekasi, realisasi investasi Provinsi Jawa Barat mulai Januari hingga Juni lalu mencapai Rp 57,9 triliun. Dari hasil realisasi investasi ini, diperkirakan oleh Gubernur Jawa Barat mampu menciptakan lapangan kerja hingga 60 ribu lowongan pekerjaan.

Terpisah, Pengamat Ekonomi STIE Mulia Pratama, Mediati Saadah mengatakan bahwa realisasi ekonomi dari sektor kontruksi merupakan realisasi komitmen investor sebelum terjadi kontraksi ekonomi, dilihat dari perkembangan ekonomi nasional pada kuartal pertama.

Pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Barat disebut masih menunjukkan angka positif, berbeda dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam situasi pandemi ini, sektor paling terdampak adalah sektor jasa, maka satu daerah yang paling besar didukung oleh industri jasa sangat terdampak dalam situasi ini.

Jika depresi ekonomi secara nasional terjadi dan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal ke dua minus, maka realisasi investasi di daerah bisa saja terkena imbas. Meskipun demikian, angin segar nampaknya dapat dilihat saat sinyal vaksin akan segera diproduksi. Hal ini bisa mendorong investor untuk segera merealisasikan investasinya pada kuartal ke tiga.”Bisa saja nanti perusahaan tetap merealisasikan investasinya, nanti di kuartal ketiga karena kemungkinan vaksin bisa di produksi,” tukasnya.

Sejak memasuki masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB), pemerintah Kota Bekasi mendorong sektor ekonomi untuk kembali bergerak. Meskipun, penyebaran kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus terjadi. (Sur)

Related Articles

Back to top button