Metropolis

Raih berbagai Tanda Kehormatan

Brigjen TNI Kemal Hendrayadi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Prestasi Brigadir Jenderal TNI Kemal Hendrayadi, putra asal Bekasi ini patut dibanggakan. Berbagai tanda kehormatan negara pernah diraihnya dari berbagai penugasan operasi di dalam hingga luar negeri.

Beberapa penghargaan di antaranya The Philiphine Legion of Honor, The Philipine Presidensial unit Citation badge, OIC Medal , LAF Medal Libanon , United Nation Medal,
SL.Santi Dharma XVII dan XXIII hingga Veteran Perdamaian Republik Indonesia atas prestasinya dalam keterlibatannya dalam berbagai misi perdamaian dunia.

Brigadir Jenderal TNI Kemal Hendrayadi juga tercatat dalam misi perdamaian dunia kontingen Garuda XXIII H- Lebanon dengan Jabatan Deputy Commender of Sector East UNIFIL Lebanon 2013. Berbagai penugasan operasi juga mengawali karir militernya sejak lulus dari Akademi Militer Angkatan Darat tahun 1988.

Saat ini Brigjen TNI Kemal juga menjabat sebagai Waaslat Kasad Bid. Renlat sejak 9 April 2020 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad)

Dalam karirnya, setelah lulus dari Akademi Militer Angkatan Darat serta menempuh Pendidikan Kecabangan Sussarcab Infanteri, ia dilantik sebagai Perwira TNI AD dengan pangkat Letda pada 1988. Kemal mengawali kariernya sebagai Danton Yonif 507 (Yonif Raider 500). Diawal masa baktinya tersebut ia turut ditugaskan pada Operasi Timor Timur tahun 1990.

“Selama lebih setahun disana saya tergabung dalam satuan penugasan operasi Batalyon 511 di Blitar,” kata Brigjen Kemal sapaan akrabnya, saat berada di Rumah Dinasnya di Jalan Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, belum lama ini.

Setelah setahun bertugas di Timor-Timor, putra dari H.Tasmin Salam, seorang purnawirawan anggota Polisi berpangkat Peltu yang dinas di Polres Bekasi ini langsung menjadi organik Batalyon 511. Inilah penugasan pertama karir militernya di Timor Timur.

“Alhamdulillah pengalaman saya cukup lengkap, kalau daerah daerah konflik di Indonesia saya sudah saya alami semua, mulai dari Timor Timur (1990), Papua (1997), Nangroe Aceh Darussalam (2005), kemudian penugasan penugasan di luar negeri seperti Philiphine (1995), PNG (1997), Libanon (2013),” ucap ayah empat anak ini.

Pada 1992, kariernya meningkat dan dilantik menjadi Lettu setelah kepulangannya dari penugasan Ops Tim-Tim. Penghargaan Student Of Merit juga dianugerahkan kepadanya oleh Angkatan Bersenjata Australia saat ia menjadi salah satu peserta didik terbaik Combat Instructor Course di Australia pada tahun 1994. Selepas itu, di tahun yang sama, ia menjabat sebagai Danki dan Kasi-2/Ops Yonif 511.

Setahun kemudian, pada 1995 ia kembali dilantik sebagai Kapten TNI AD dan ditugaskan sebagai Staf MILOBS KONGA XVII B Philippina dibawah pimpinan Brigjen Kivlan Zein. Setelahnya, hingga usai menjalani pendidikan lanjutan perwira, Ia sempat menduduki beberapa jabatan staf Operasi dan Latihan di satuan satuan hingga ia dilantik sebagai Mayor INF dengan menempati jabatan sebagai Wadanyon 751/VJS Raider di Sentani Papua pada tahun 1999.

Bersamaan dengan masa jabatan ini pula ia tergabung dalam Ops Rajawali Yakhti Irian Jaya serta menjalani penugasan Indonesia, Papua Niugini Join Border Area Security. Disusul pada tahun 2001, ia pun terlibat langsung pada pengamanan saat terjadinya kerusuhan di sekitar wilyah Jayapura dan Sentani akibat meninggalnya Theys Eluay, salah seorang tokoh masyarakat Papua.

Selanjutnya, setelah menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AD 2002, Ia juga menjabat di Lingkungan Pendidikan Akademi Militer sebagai Kabag Sdirbindik Akmil hingga Pjs.Komandan Batalyon Taruna.

Pada tahun 2003, Ia terpilih sebagai salah satu peserta didik pada Cadet Exchange Program dengan Australia. Kemudian pada tahun 2004 Tour of duty dan tour of Area dijalaninya hingga pangkatnya naik menjadi Letnan Kolonel TNI AD dengan menjabat sebagai Danyonif 725/WRG di lingkungan Kodam VII Wirabuana di Wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kemal kembali menjalani tugas operasi militer di tahun 2005 pada OPS Nangroe Aceh Darussalam sebagai Dansatgas Yonif 725 dengan wilayah tanggung jawab operasinya di wilayah Sawang Loksemawe, Aceh Utara.

Selepas operasi militer, pada tahun 2006 Ia menjabat sebagai Dansecata B Rindam VII/WRB, dan selanjutnya menjabat sebagai Dandim 1422/Maros Sulsel di tahun 2008.

Terhitung sejak 2009 hingga 2011, Kemal juga ditugaskan dalam beberapa penugasan militer pendidikan dan latihan gabungan luar negeri baik di regional Asean ataupun Non Asean, ketika dirinya tengah menduduki jabatan sebagai Pabandya-3/Latma Gab Sopsad.

Kemal kembali mendapat promosi pangkat menjadi Kolonel TNI AD, dengan menjabat sebagai Asops Kasdam XVII/Cendrawasih pada 2011. Ditahun yang sama pula ia turut tergabung dalam OPS Tameng Panah, OPS Simpul Panah dan OPS Pagar Panah di wilayah Kabupaten Puncak Jaya dan sekitarnya.

“Memasuki tahun 2020 mendapat promosi pangkat Brigjen dan dipercaya menempati jabatan Waaslat Kasad Bidang Renlat. Tekad yang kuat dan kemauan dapat mewujudkan cita-cita kita dan untuk para Pemuda jangan putus asa tetap berjuang dalam berusaha menggapai terwujudnya cita-cita kita,”pungkasnya. (pay/pms)

Related Articles

Back to top button