Bekasi

Masih Ada Warga yang Ragu

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah masyarakat Kota Bekasi mengaku masih ragu dengan vaksin covid-19. Padahal, vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan sudah selesai dilakukan, dan tidak mendapatkan keluhan. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang sudah divaksin pun tidak mendapatkan efek negative.

Dengan kondisi tersebut, petugas kesehatan selain mendata juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada calon sasaran vaksin.Salah satu pedagang sayur berinisial W di Pasar Baru, Kecamatan Bekasi Timur, mengaku telah menerima informasi Vaksinasi kepada pedagang pasar di Kota Bekasi. Namun, secara detail belum mendapatkan informasi waktu pelaksanaan.

Menurutnya, belum banyak pedagang pasar yang mengetahui informasi mengenai vaksinasi, banyak keraguan dalam benak para pedagang pasar.”Banyak yang ragu tentang vaksin, sebab banyak kabar negatif tentang vaksin. Kalau untuk saya pribadi, saya nggak mau divaksin, belum bisa percaya vaksin itu,” katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (24/2).

Ia menolak menjelaskan lebih detail alasannya menolak vaksinasi, ia memilih untuk bercerita pembicaraan bersama dengan pedagang yang lain. Diakui, pedagang sampai dengan saat ini belum menerima sosialisasi dan edukasi mendetail mengenai vaksinasi.

Meskipun saat ini ia menolak vaksinasi, tidak menutup kemungkinan untuk berubah pikiran atas dasar keraguan. Bagi pedagang pasar, yang diperlukan saat ini adalah jaminan keselamatan setelah dilakukan vaksinasi.”Berharap jaminan keselamatan setelah vaksinasi, pikiran kebanyakan orang-orang begitu,” tukasnya.

Pendataan kepada masing-masing kelompok penerima vaksin tahap dua dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), setelah itu masing-masing melaporkan data yang dihimpun ke sistem yang dimiliki oleh pemerintah pusat, yakni Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan telah dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi kepada petugas di sektor pariwisata.

“Kemarin kurang lebih 200 (sasaran vaksin sektor pariwisata), nanti kita berharap ada penambahan lagi,” kata Kepala Disparbud Kota Bekasi, Tedy Hafni.

Pendataan telah selesai dilakukan, dilakukan bekerjasama dengan pemilik usaha kepariwisataan, termasuk hotel dan restoran. Sasaran penerima vaksin yang terdata merupakan pekerja pariwisata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Selama pendataan penerima vaksin, diakui pihaknya juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat terkait dengan program vaksinasi ini.”Iya tetap, karena masih ada saja yang tidak mau, yang takut, mereka takut dan belum mengerti juga. Itu kita kasih tau,” tambahnya.

Pada tahap selanjutnya, pihaknya berharap pelaku seni dan budaya juga menjadi salah satu prioritas sasaran vaksinasi. Dua sektor ini rencananya akan diusulkan saat ada penambahan pada tahap selanjutnya.(sur)

Related Articles

Back to top button