Kawasan Industri Disiapkan jadi Destinasi Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Encep S Jaya.

CIKARANG PUSAT – Kabupaten Bekasi, terkenal sebagai kawasan industri terbesar se Asia Tenggara. Melihat potensi tersebut, perlu dikenalkan serta diketahui oleh masyarakat luas, untuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, mewacanakan pembukaan kawasan industri sebagai destinasi wisata. Tujuannya, masyarakat bisa mendatangi berbagai pabrik untuk mengetahui proses produksi suatu produk.


Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Encep S Jaya menyampaikan, hal tersebut merupakan peluang untuk mempromosikan Kabupaten Bekasi, sebagai kawasan industri.

“Kawasan terbesar untuk industri di Asia Tenggara, adalah Kabupaten Bekasi, dan tercatat ada 6.500 industri di sini,” terang Encep.


Salah satu upaya yang dia lakukan, yakni membuat wisata industri, dengan sebutan “Bekasi Industrial Tourism International (BITI)”.

“Karena sekarang orang tahunya Kabupaten Bekasi adalah kawasan industri, dan itu menjadi peluang. BITI ini, akan jadi salah satu cara branding. Karena nantinya, beberapa perusahaan industri yang tidak ada di negara lain, akan dikembangkan di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Ada pun wisata industri, akan menyasar para pelajar yang ada di Kabupaten Bekasi, namun juga dari kota-kota lainnya.

“Ini adalah potensi untuk dibuat wisata industri, edukasi untuk masyarakat, atau khususnya untuk pelajar. Apalagi, ada banyak infrastruktur yang akan dibangun di Kabupaten Bekasi, sehingga mempermudah akses,” kata Encep.

Lanjutnya, apalagi anak-anak sekolah dipenuhi rasa ingin tahu yang besar tentang berbagai hal. Sehingga, dengan membuat wisata industri, bisa menjembatani keinginan para siswa dan masyarakat.

“Targetnya tentu saja para pelajar dari SD sampai SMA, lalu mahasiswa. Misalnya, bagaimana cara merakit sepeda motor, kemudian bagaimana membuat minuman berkola. Ini merupakan ilmu yang cukup bermanfaat,” ujarnya.

Encep menambahkan, program wisata industri bisa membantu perekonomian masyarakat, setelah diterpa pandemi Covid-19 selama lebih dari setahun.

Pihaknya telah merancang beberapa konsep, berupa tour wisata, agar para wisatawan nantinya tidak hanya mengunjungi kawasan industri saja.

“Jadi, awalnya akan saya terima di kantor, kemudian kami ajak ke gedung teater, agar melihat segala hal tentang Kabupaten Bekasi. Nah, disana nantinya juga ada tenda-tenda souvenir dari UMKM,” beber Encep.

Dari sana, pihaknya akan mengajak pengunjung berkeliling ke beberapa perusahaan di kawasan industri, untuk melihat proses produksi seperti otomotif, makanan minuman beserta manufaktur.

“Itu kan butuh akomodasi juga. Nah, nantinya juga akan mendorong perekonomian pengusaha bus yang mengantarkan para wisatawan,” tandas Encep.

Bisnis perhotelan nantinya juga akan bergerak perekonomiannya oleh para wisatawan. Begitu pula, usaha restoran dan tempat makan.

Selain itu, wisata alam di kawasan Kabupaten Bekasi, juga masuk dalam rencana untuk dipromosikan, dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat kecil.

“Dari sana kan bisa juga nantinya kalau mau ke Muaragembong berwisata. Oleh karena itu, butuh dukungan beberapa dinas dan instansi lain, untuk mendukung program ini,” tambah Encep.

Ia mengaku telah melakukan pertemuan dengan dinas-dinas, DPRD dan instansi terkait, dan nantinya akan dirangkul dalam program yang telah dicanangkan sejak 2018 lalu ini.

“Saya sudah melakukan pendekatan ke dinas-dinas, pengusaha dan anggota dewan, untuk membicarakan program ini, dan respon mereka baik,” tutupnya. (and)